Trump Patok Harga Jaga Kapal Lewati Selat Hormuz, Capai Rp542 Miliar

CNN Indonesia
Selasa, 14 Jul 2026 12:50 WIB
A map showing the Strait of Hormuz and Iran is seen behind a 3D printed miniature of U.S. President Donald Trump in this illustration taken June 22, 2025. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Ilustrasi. Trump minta kapal kargo yang lewat Selat Hormuz bayar 20 persen ke AS. Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump ingin mematok biaya tol 20 persen untuk perlindungan yang dilakukan AS terhadap setiap kapal kargo yang berhasil melewati Selat Hormuz.

"Mulai sekarang, AS akan dikenal sebagai 'PENJAGA SELAT HORMUZ', tetapi sebagai demikian, dan demi KEADILAN, akan diganti biayanya, sebesar 20% dari semua kargo yang dikirim, untuk semua biaya yang diperlukan untuk melakukan tugas menyediakan keselamatan dan keamanan di bagian dunia yang sangat rawan ini," kata Trump melalui unggahan di Truth Social, Senin (13/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi Selat Hormuz sejak serangan AS ke Iran, akhir pekan lalu, kembali memanas. Iran melalui Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memutuskan untuk kembali menutup Selat Hormuz.

Terakhir, Iran mengklaim telah menyerang dua kapal super tanker minyak yang diyakini milik Uni Emirat Arab. Pihak IRGC menyebut kedua kapal itu tidak patuh di Selat Hormuz, Selasa (14/7).

IRGC menyebut dua kapal tanker yang diserang adalah kapal yang 'nakal'. Dua kapal itu disebut telah 'ditipu oleh AS' untuk mengambil rute selatan di perairan Oman "dengan mematikan sistem navigasi mereka".

Lalu berapa harga yang dipatok Trump untuk setiap kapal yang lewat Selat Hormuz?

Dikutip dari Strait Times, jika Trump meminta 20% dari setiap nilai kargo kapal yang lewat Selat Hormuz, maka biaya yang harus dibayarkan setiap kapal kepada AS bisa mencapai US$30 juta atau mencapai Rp542 miliar.

Angka itu berdasarkan harga minyak saat ini sekitar US$80 per barel, karena kapal tanker super dapat menampung sekitar 2 juta barel minyak mentah.

Sementara itu, Iran telah mengenakan biaya hingga US$2 juta per pelayaran secara ad hoc, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.

(har/dna) Add as a preferred
source on Google