Tump Bandingkan Perang AS vs Iran dengan Perang Vietnam

CNN Indonesia
Selasa, 14 Jul 2026 20:40 WIB
Serangan AS ke Kota Kuhestak, Provinisi Hormozgan Iran.
Serangan AS ke Kota Kuhestak, Provinisi Hormozgan Iran. (Social Media via REUTERS/Social Media)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump membandingkan perang Amerika Serikat menghadapi Iran dengan perang AS melawan Vietnam.

Trump membandingkan dari skala waktu antara perang AS-Iran dengan AS-Vietnam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berada di Vietnam selama 19 tahun. Kami di sini selama empat bulan, jadi saya pikir kami telah melakukan banyak hal," kata Trump, dikutip Fox News, Selasa (14/7).

AS dan sekutu dekatnya Israel menggempur habis-habisan Iran pada akhir Februari. Teheran tak tinggal diam, mereka meluncurkan serangan balasan ke Negeri Zionis dan pangkalan militer AS di negara-negara Arab.

Negara-negara itu pun saling bertempur hingga saat ini, meski sempat sepakat gencatan senjata dan sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menghentikan perang.

Sementara itu, perang AS di Vietnam dimulai pada November 1955 dan berakhir pada Mei 1975 atau sekitar 19 tahun, enam bulan. Tujuan pasukan AS dikerahkan ke Vietnam untuk meredam penyebaran komunisme di Asia Tenggara.

AS merasa pengaruhnya terancam jika komunisme mengglobal di seluruh dunia.

Kembali lagi ke pernyataan Trump, dia membela tindakan militer AS karena dianggap berhasil melumpuhkan kekuatan Iran.

Trump sesumbar bahwa Angkatan Laut Iran, Angkatan Udara, kemampuan rudal, dan manufaktur drone mereka sudah rontok. Dia juga berpendapat serangan itu diperlukan untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.

"Jika kita tidak melakukannya, mereka akan punya senjata nuklir. Jika mereka punya senjata nuklir, Israel tidak akan lagi bersama kita," ucap Trump.

Dia lalu berujar ,"Timur Tengah mungkin tidak akan lagi bersama kita."

Dalam beberapa hari terakhir, AS kembali menggempur Iran meski sempat sepakat gencatan senjata dan ada MoU.

MoU itu mencakup penghentian pertempuran di seluruh front, tidak memulai serangan apapun, hingga pencabutan blokade AS. Kesepakatan itu juga memberi kedua negara waktu 60 hari untuk bernegosiasi.

Namun, AS justru melanggar kesepakatan itu. Mereka bahkan menggempur infrastruktur sipil yang merupakan tindakan kejahatan perang.

(isa/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]