Israel Makin 'Tercekik' Kekurangan Pasukan Cadangan hingga Tank Perang

CNN Indonesia
Rabu, 15 Jul 2026 13:30 WIB
Israel alami kekurangan pasukan militer cadangan hingga tank militer. Foto: REUTERS/Tyrone Siu
Jakarta, CNN Indonesia --

Israel disebut mengalami kekurangan pasukan cadangan hingga peralatan militer berupa tank ,menyusul agresi brutal di Jalur Gaza serta perang dengan Iran dan Lebanon.

Radio Angkatan Darat Israel pada Selasa (14/7) melaporkan militer kekurangan personel cadangan dan tank siap tempur.

"Unit cadangan saat ini kosong. Sebuah batalion bukanlah batalion penuh, dan sebuah kompi bukanlah kompi yang sebenarnya," kata komandan cadangan dalam laporan itu, dikutip Middle East Monitor.

Masyarakat dan para pengambil keputusan, lanjut dia, mendengar tentang brigade penuh di Lebanon, tetapi jumlahnya tak sesuai harapan.

"Pada kenyataannya, formasi yang ada jauh lebih kecil. Jumlah tentara, tank, dan kendaraan jauh lebih sedikit," ujar komandan itu.

Komandan itu lantas menyebut beberapa formasi cadangan berada dalam kondisi runtuh secara efektif.

"Ada unit yang kondisinya lebih baik dan ada pula yang kondisinya lebih buruk. Semua orang melakukan yang terbaik, tetapi sulit untuk terus beroperasi dalam keadaan seperti ini," kata dia.

Media itu turut melaporkan brigade dan batalion cadangan beroperasi di bawah kekuatan yang seharusnya, dengan tank yang tidak mencukupi untuk pertempuran.

Militer tak lagi memiliki cukup tank yang siap tempur setelah banyak tank rusak dalam pertempuran dan dinonaktifkan. Dengan demikian kompi lapis baja cadangan terpaksa beroperasi dengan jumlah tank yang lebih sedikit daripada yang dibutuhkan.

Radio Angkatan Darat juga melaporkan sebuah kompi cadangan baru-baru ini menyelesaikan "misi operasional" di Lebanon hanya dengan satu perwira yang tersisa.

Menurut laporan tersebut, komandan kompi sudah dibebaskan dari tugas, tidak ada bintara senior, dan unit itu berjalan tanpa rantai komando yang berfungsi.

Sejak Oktober 2023, Israel meluncurkan agresi di berbagai front, termasuk di Jalur Gaza dan Lebanon. Di samping itu, pasukan Zionis juga saling tempur dengan Iran dan kelompok Houthi Yaman serta melancarkan serangan berulang kali di Suriah.

Israel Hayom sebelumnya melaporkan militer berencana melepas ribuan anggota cadangan di akhir bulan karena tekanan keuangan yang dihadapi lembaga pertahanan.

Militer Israel saat ini tengah bergulat dengan kekurangan dana yang parah setelah mengeluarkan anggaran secara masif, yang mengakibatkan defisit anggaran.

(bac/isa/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK