30 Warga Sipil Tewas Imbas Serangan Beruntun AS di Iran

CNN Indonesia
Rabu, 15 Jul 2026 16:23 WIB
Sebanyak 30 orang tewas imbas serangan brutal Amerika Serikat yang berlangsung selama beberapa hari. (Social Media via REUTERS/Social Media)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 30 orang warga sipil tewas imbas serangan brutal Amerika Serikat yang berlangsung selama beberapa hari.

Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengatakan jumlah tersebut merupakan warga sipil yang tinggal di wilayah Iran selatan.

"Sambil menyampaikan belasungkawa dan simpati kami kepada keluarga yang ditinggalkan, kami menghormati kenangan para pahlawan yang gugur," kata Mohajerani, dikutip Al Jazeera, Rabu (15/7).

"Pemerintah akan berdiri di sisi rakyat dengan segenap kekuatannya. Iran selatan adalah jantung negara ini," imbuh dia.

Dalam beberapa hari terakhir, AS menggempur habis-habisan Iran. Mereka bahkan menargetkan infrastruktur sipil seperti jembatan.

Terbaru, AS juga menggempur kota pusat pembangkit listrik Iran, Busher.

"Musuh Amerika menyerang tiga lokasi di Bushehr hari ini," kata Gubernur Kota Bushehr Mohammad Mozafari.

Sejauh ini belum ada laporan soal kerusakan atau korban tewas imbas serangan AS ke Busher.

Rentetan serangan AS ke Iran muncul usai Presiden Donald Trump mengultimatum Teheran bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir dan jembatan akan menjadi target di fase terakhir.

Trump mengatakan AS akan terus melakukan serangan "sangat keras" ke Iran sampa mereka bersedia negosiasi dan memenuhi permintaan Gedung Putih.

Amerika Serikat kembali menggempur habis-habisan Iran meski sempat gencatan senjata dan sepakat menandatangani nota kesepahaman (MoU).

MoU itu berisi penghentian pertempuran dari semua front, tak memulai serangan, menghargai kedaulatan masing-masing, hingga tak ikut campur urusan internal masing-masing.

Namun, AS tercatat beberapa kali melanggar MoU. Mereka bahkan menargetkan infrastruktur sipil, yang merupakan kejahatan perang.

(isa/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK