Kata Khamenei usai Dicap Trump Tewas sampai AS Rudal Greater Tunb Iran
Perang Amerika Serikat vs Iran yang kembali memanas masih menjadi sorotan berita internasional pada Selasa (14/7).
Berikut kilas berita internasional kemarin:
Serangan Baru Makin Panas! AS Hujani Iran dengan Rudal Selama 90 Menit
Amerika Serikat kembali meluncurkan gelombang serangan udara terhadap Iran selama 90 menit non-stop pada Rabu (15/7) pagi waktu setempat.
Menurut Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), serangan dimulai pada pukul 06.00 waktu Timur AS (ET) dan selesai pada pukul 07.30 ET. Serangan tersebut menjadi rangkaian terbaru setelah AS melancarkan berbagai serangan udara ke Iran dalam beberapa malam berturut-turut selama sepekan terakhir.
CENTCOM mengeklaim serangan-serangan itu berhasil menargetkan sejumlah situs strategis dan persenjataan Iran yang terletak di Pulau Greater Tunb.
Lihat Juga : |
Kata-kata Mojtaba Khamenei setelah Diyakini Trump Telah Tewas
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyampaikan ucapan terima kasih kepada rakyat Iran dan Irak atas partisipasi besar mereka dalam prosesi pemakaman mendiang sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, pada pekan lalu.
Pesan tersebut disampaikan oleh kakak tertua Mojtaba Khamenei,Hojjatoleslam Seyyed Mostafa Khamenei, dalam sebuah upacara peringatan di Teheran pada Selasa (14/7).
Dalam pidatonya, Hojjatoleslam Khamenei menyampaikan belasungkawa kepada umat Islam, rakyat Iran, serta Imam Mahdi (AJ). Ia menggambarkan kepergian sang pemimpin sebagai tragedi besar yang menuntut kesabaran dari seluruh pihak.
Tak Muncul Sejak 2022, Suu Kyi Dikhawatirkan Anak Meninggal di Tahanan
Keberadaan pemimpin Myanmar yang dikudeta militer, Aung San Suu Kyi, hingga kini masih menjadi misteri.
Pemimpin militer Aung Ming Hlaing menggulingkan pemerintahan yang sah pada Februari 2021. Mereka juga menculik presiden, Suu Kyi, hingga sekutu dekatnya.
Kekhawatiran itu kian memuncak bagi anak Suu Kyi, Kim Aris, usai anjing peliharaannya Taichito meninggal pada Juni lalu di bekas rumahnya di Yangon.
(rds)