AS Gempur Sistem Peluncuran Rudal Jelajah Iran-Tembak Kapal Tanker

CNN Indonesia
Kamis, 16 Jul 2026 07:30 WIB
Amerika Serikat kembali menggempur Iran usai menerapkan lagi blokade Angkatan Laut mereka terhadap kapal-kapal dari dan ke pelabuhan negara itu. (Foto: via REUTERS/U.S. Central Command)
Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Amerika Serikat kembali menggempur Iran pada Rabu (15/7) usai menerapkan lagi blokade Angkatan Laut mereka terhadap kapal-kapal dari dan ke pelabuhan negara itu.

Komando Pusat AS (CENTCOM) memulai serangan sekitar pukul 07.30 waktu setempat.

"CENTCOM meluncurkan serangan ke sistem pertahanan pantai dan lokasi penyimpanan serta peluncuran rudal jelajah di Pulau Greater Tunb Iran selama 90 menit," demikian pernyataan mereka di X.

Serangan itu, lanjut militer AS, berhasil mengurangi kemampuan Iran untuk menggempur kapal-kapal komersial yang melintasi rute perdagangan global Selat Hormuz.

Di hari yang sama pada pukul 15.00, AS kembali meluncurkan serangan ke Iran.

"Serangan tersebut menargetkan kemampuan militer Iran yang digunakan mengancam kapal-kapal yang melintas bebas melalui Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM.

Militer AS juga menyatakan telah "melumpuhkan kapal tanker minyak tanpa muatan" yang mencoba berlayar ke Pulau Kharg di Iran setelah mengabaikan beberapa peringatan. Pasukan menembakkan rudal Hellfire ke cerobong asap kapal itu.

Tak beda jauh dengan pernyataan CENTCOM, tiga pejabat Gedung Putih juga mengatakan rentetan serangan AS bertujuan untuk membuka paksa Selat Hormuz dan menargetkan kemampuan Iran sebelum melaksanakan operasi yang lebih kompleks.

Namun, para analisis menilai serangan AS sebagai alat agar Iran bersedia negosiasi dan memenuhi permintaan mereka.

Presiden AS Donald Trump sempat sesumbar Iran sangat ingin menyelesaikan masalah yang kini sedang dihadapi.

"Mereka tidak menyukai apa yang kita lakukan, dan mereka ingin menyelesaikan masalah ini," kata Trump pada Rabu, dikutip Reuters.

"Kita akan lihat apakah kita akan berdamai dengan mereka, atau kita akan menghabisi semuanya," imbuh dia.

Menanggapi serangan AS, negosiator utama Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut keamanan Iran bergantung ke pemeliharaan kesepakatan.

"Kita sedang berada dalam perang yang penting dan menentukan eksistensi kita melawan Amerika," kata Ghalibaf.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, membantah klaim Trump yang menyebut Teheran mengajukan perundingan.

"Saat ini kami tak punya rencana untuk bernegosiasi dan fokus pada pertahanan," kata dia.

(rds/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK