Apa itu 'Las Malvinas' yang Diungkit Argentina usai Tekuk Inggris?

CNN Indonesia
Kamis, 16 Jul 2026 10:00 WIB
Argentina menuai sorotan bukan cuman berhasil membekuk Inggris dan melaju ke final Piala Dunia 2026 tetapi karena spanduk yang dibawa pemain usai pertandingan. (Foto: AFP/THOMAS COEX)
Jakarta, CNN Indonesia --

Argentina menuai sorotan bukan saja usai berhasil membekuk Inggris dan melaju ke final Piala Dunia 2026 tetapi karena tulisan dalam spanduk yang dibawa para pemain usai pertandingan selesai.

Setelah wasit meniupkan peluit akhir pertandingan Argentina vs Inggris, pemain timnas Argentina membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas Son Argentinas" yang artinya "Kepulauan Las Malvinas milik Argentina".

Dikutip BBC, timnas Argentina bahkan terancam kena sanksi dari FIFA karena memamerkan spanduk ini kala merayakan kemenangan menaklukkan Inggris usai pertandingan selesai.

Apa itu Kepulauan Las Malvinas?

Las Malvinas adalah sebutan dari Argentina untuk kepulauan yang sempat jadi sengketa antara mereka dengan Inggris.

Inggris dan Argentina pernah memperebutkan gugusan pulau yang terletak sekitar 300 mill (480 km) di lepas pantai timur Argentina pada bulan April hingga Juni 1982.

Konflik yang berlangsung selama 74 hari itu menewaskan 655 personel militer Argentina dan 255 personel militer Inggris. Tiga warga sipil dari kepulauan tersebut juga ikut menjadi korban.

Secara hukum internasional de facto saat ini, kepulauan tersebut secara internasional dikenal sebagai Kepulauan Falkland dan menjadi milik Inggris.

Falkland memiliki pemerintahan sendiri tetapi urusan pertahanan dan luar negeri sepenuhnya dikendalikan kerajaan Inggris.

Kepulauan itu terletak di seberang Argentina atau sekitar 480 dari timur laut ujung selatan.

Kepulauan tersebut memiliki dua pulau utama dan ratusan pulau kecil yang membentuk luas daratan sebesar negara bagian Connecticut Amerika Serikat.

Wilayah ini dikelilingi perbukitan dari timur ke barat di bagian utara dua pulau utama. Tinggi perbukitan itu mencapai 705 meter di Gunung Usborne, Falkland Timur.

Topografi pesisirnya memiliki banyak lembah sungai dan membentuk pelabuhan yang terlindungi. Sementara itu, sungai-sungai kecil menempati lembah-lembah luas yang tertutup gambut.

Penduduk dan ekonomi

Penduduk Kepulauan Falkland menggunakan bahasa Inggris dan sebagian besar terdiri dari warga Falkland keturunan Inggris, demikian dikutip Britannica.

Hampir seluruh wilayah dua pulau utama, di luar ibu kota Stanley, dikhususkan untuk peternakan domba.

Peternakan domba (ranch) di pulau-pulau tersebut bervariasi ukurannya dan dapat dimiliki oleh keluarga perorangan atau oleh perusahaan yang berbasis di Inggris.

Domba-domba itu dipelihara untuk menghasilkan ribuan ton wol setiap tahun serta daging domba. Wol merupakan ekspor utama Kepulauan Falkland.

Pada akhir abad ke-20, pemerintah memberlakukan kebijakan untuk mendorong peningkatan jumlah pertanian kecil yang dikelola secara lokal. Mereka juga berupaya memperluas cakupan ekonomi.

Pada 1987, pemerintah mulai menjual izin penangkapan ikan kepada warga asing dan kini menjadi kontributor pertama dalam perekonomian.

Pada 2002, Falkland membangun fasilitas penyembelihan domba, dan tahun berikutnya daging dan anak domba mulai diekspor ke Inggris.

Pemerintahan

Kekuasaan eksekutif berada di tangan mahkota Inggris, dan pemerintahan kepulauan ini dipimpin gubernur yang ditunjuk raja Inggris. Sebagaimana diuraikan dalam konstitusi Kepulauan Falkland (2009), gubernur meminta saran Dewan Eksekutif.

Dewan itu terdiri dari tiga anggota terpilih Majelis Legislatif dan dua anggota ex officio yang tidak punya hak suara yakni kepala eksekutif dan direktur keuangan.

Dalam menjalankan sebagian besar tugas, Gubernur memimpin Dewan Eksekutif dan harus berkonsultasi dengan mereka. Namun dalam keadaan tertentu, gubernur bisa bertindak melawan nasihat dewan.

(isa/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK