Perang Iran Belum Selesai, Trump Sudah Buat Rencana Invasi Negara Ini

CNN Indonesia
Kamis, 16 Jul 2026 12:20 WIB
U.S. President Donald Trump gestures during a press conference on the day of a NATO leaders' summit in Ankara, Turkey, July 8, 2026. REUTERS/Stoyan Nenov
Belum selesai memerangi Iran, Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertimbangkan melancarkan 'invasi' ke negara ini dengan alasan yang sama seperti ke Venezuela. (Foto: REUTERS/Stoyan Nenov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump dilaporkan sudah mulai membuat rencana untuk menginvasi negara lain ketika perang Amerika Serikat dengan Iran belum selesai bahkan kembali memanas dalam sepekan terakhir.

AS dilaporkan sedang membuka peluang untuk mengerahkan ribuan personel ke Kuba sebagai bagian tindakan keras ke negara itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Media AS CBS News, mengutip sumber, melaporkan para perencana militer AS telah meneliti berbagai opsi untuk kemungkinan tindakan ke Kuba, termasuk serangan udara yang melibatkan ribuan tentara AS.

Sumber tersebut mengatakan serangan udara akan dilakukan Divisi Lintas Udara ke-101, satu-satunya unit yang terlatih untuk misi semacam itu.

Namun, para pejabat AS menekankan perencanaan itu bukan berarti pemerintahan Trump atau Pentagon memutuskan untuk meluncurkan operasi militer ke Kuba.

Laporan itu juga menyebutkan setiap tindakan militer terhadap Kuba akan menghadapi tantangan besar karena sumber daya militer AS masih terikat pada operasi melawan Iran.

Para sumber turut mengatakan tindakan militer terhadap Kuba tak mungkin terjadi dalam waktu dekat mengingat pesawat, aset intelijen, dan kemampuan lain dialihkan ke Timur Tengah dan sedang menjalankan operasi baru ke Iran, demikian dikutip Anadolu Agency, Kamis (16/7).

Dalam beberapa hari terakhir, AS menggempur habis-habisan Iran meski sempat sepakat gencatan senjata dan sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) berisi penghentian perang.

Kembali lagi soal Kuba, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio terus mendukung transisi diplomatik menuju pemerintahan teknokrat Kuba yang bersedia melakukan reformasi ekonomi. Namun, upaya tersebut terhenti meski AS meningkatkan tekanan finansial ke militer Kuba dan konglomeratnya.

Dalam pernyataan pekan lalu, Rubio mengatakan rezim dan "elit korup" Kuba terus menolak reformasi. Mereka, lanjut dia, malah melanggengkan kendali total mereka serta berpegang teguh pada "ideologi Marxis yang bangkrut secara moral."

Sejak melenggang ke Gedung Putih di periode kedua, Trump sudah menargetkan sejumlah negara termasuk Kuba. Dia bahkan pernah mengatakan AS sempat mempertimbangkan intervensi ke Kuba.

Di awal tahun, AS melancarkan agresi militer ke Venezuela untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro yang kini tengah mendekam di penjara New York.

Sebulan kemudian, pada Februari, AS melancarkan serangan gabungan dengan Israel ke Iran hingga memicu perang pecah yang meluas di Timur Tengah hingga hari ini.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]