Fosil T-Rex 'Gus' Terjual Rekor Rp900 M di Lelang

CNN Indonesia
Jumat, 17 Jul 2026 07:50 WIB
Fosil kerangka T-Rex dengan nama "Gus" menjadi fosil dinosaurus termahal usai terjual dengan harga sekitar Rp900 miliar di pelelangan di New York. (AFP/TIMOTHY A. CLARY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Fosil kerangka Tyrannosaurus rex (T-Rex) dengan nama "Gus" menjadi fosil dinosaurus termahal usai terjual dengan harga US$50,1 juta atau sekitar Rp900 miliar di sebuah pelelangan di New York, Amerika Serikat, Selasa (14/7).

NBC mitra Sky News melaporkan fosil setinggi 3,8 meter itu terjual sangat mahal di rumah lelang Sotheby's setelah tujuh penawar bersaing memperebutkannya selama 10 menit.

Harga ini lebih mahal daripada kerangka Stegosaurus yang dijuluki Apex yang dilelang pada 2024. Apex saat itu dibeli dengan harga US$44,6 juta atau sekitar Rp801 miliar.

Eksekutif Sotheby's, Cassandra Hatton, mengatakan Gus "bukan hanya temuan yang luar biasa, tetapi juga spesimen yang telah digali, didokumentasikan, dipersiapkan, dan dirawat dengan sangat baik."

"Pasar akan merespons ketika spesimen-spesimen hebat dirawat dengan benar," ucapnya dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Sky News.

Gus ditemukan di Harding County, South Dakota, dan berusia sekitar 67 juta tahun. Fosil ini dinamakan sesuai dengan nama peternak sapi Gary 'Gus' Licking, selaku pemilik tanah tempat kerangka ditemukan.

Setelah menemukan gigi dan fragmen tulang kecil di tanah miliknya, Licking curiga bahwa ada sesuatu yang besar yang mungkin terkubur di tanahnya. Ia akhirnya melapor dan fosil Gus ditemukan oleh ilmuwan Thomas Heitkamp.

Gus digali selama tiga musim panas pada 2021, 2022, dan 2023. Licking meninggal dunia sebelum kerangka dinosaurus tersebut dapat digali sepenuhnya.

Dengan 183 elemen tulang fosil, kerangka ini lengkap 61 persen berdasarkan jumlah tulang. Karenanya, fosil T-Rex ini jadi salah satu yang terbesar yang pernah ditemukan. Tengkoraknya saja berukuran 1,4 meter.

Gus mengalami sejumlah cedera, yang ditemukan di beberapa tulang rusuk dan gastralia. Ia juga memiliki bekas gigitan di beberapa tulang tengkorak.

Fosil dinosaurus telah menjadi salah satu sesi terpanas dari pasar barang koleksi. Ahli paleontologi Thomas Carr menilai pelelangan fosil dinosaurus merupakan "bencana total bagi ilmu pengetahuan."

"Pentingnya dinosaurus terletak pada informasi ilmiahnya dan keindahannya yang juga dapat diapresiasi oleh masyarakat umum," ujarnya.

"Kita kehilangan data, kehilangan informasi. Kekhawatiran saya adalah ini akan terus berlanjut dan sains akan selalu kalah," lanjutnya.

Society of Vertebrate Paleontology, sebuah kelompok advokasi yang terdiri dari para ilmuwan, cendekiawan, dan mahasiswa, juga menyatakan fosil-fosil yang signifikan secara ilmiah seperti Gus harus dipamerkan secara publik di museum atau lembaga penelitian agar dapat "dilestarikan, didokumentasikan, dan diakses oleh generasi mendatang".

"Harapan kami adalah pemilik baru menyadari nilai ilmiah dan pendidikan yang luar biasa dari Gus si T-rex dan bahwa mereka bertujuan untuk menjaganya tetap menjadi amanah publik dengan segera menyumbangkannya ke museum sejarah alam yang terakreditasi," kata presiden kelompok tersebut, Kristi Curry Rogers.

Kerangka dinosaurus muda, yang diyakini berasal dari periode Jurassic akhir atau sekitar 150 juta tahun yang lalu, terjual lebih dari US$30 juta (sekitar Rp539 miliar) di rumah lelang Sotheby's.

Menurut Sotheby's, Harding County adalah salah satu sumber fosil dinosaurus terkaya di Amerika Utara.

(blq/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK