Houthi Yaman Ancam Bombardir Fasilitas Minyak Arab Saudi
Milisi penguasa Yaman Houthi mengancam akan membombardir fasilitas minyak Arab Saudi, jika Riyadh terus menggempur negara itu.
Pemimpin Houthi Abdul Malik Al Houth menyampaikan ancaman itu dalam pidato yang disiarkan di media televisi Houthi.
"Semua fasilitas minyak Saudi dan instalasi vital akan menjadi sasaran rudal dan drone kami jika Riyadh terlibat" kata Malik Al Houth pada Kamis (16/7), dikutip Anadolu Agency.
Dia lalu berujar, "Persamaan sebenarnya adalah bandara untuk bandara, pelabuhan untuk pelabuhan, dan blokade untuk blokade."
Ancaman Houthi muncul usai Saudi dilaporkan meluncurkan serangan ke bandara Sana'a Yaman.
Axios melaporkan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS), meminta dukungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melancarkan serangan ke Yaman. Politikus Republik itu lantas memberi lampu hijau ke MbS.
Houthi lalu membalas dengan meluncurkan rudal ke bandara internasional di Abha, Arab Saudi.
"Menanggapi agresi kriminal Saudi ini, Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer yang menargetkan Bandara Internasional Abha, menggunakan sejumlah rudal balistik dan drone," kata juru bicara Houthi Yahya Saree awal pekan ini.
Saree menyebut serangan jtu sebagai agresi terang-terangan dan membuat kesepakatan gencatan senjata informal pada Maret 2022 lalu gugur.
Saling gempur Saudi dan Houthi ini muncul saat AS serta sekutunya Israel bertempur dengan Iran.