Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Tidak Takut Israel
Perdana Menteri Anwar Ibrahim pernah menegaskan bahwa Malaysia tidak takut ancaman Israel karena ia mengutuk keras kebengisan dan kebiadaban Zionis itu di Jalur Gaza.
Seruan itu ia lontarkan pada Oktober 2025 lalu di tengah pernyataannya yang kembali ramai saat ini setelah berencana mengusir semua warga Israel jika kedapatan memegang paspor itu di Negeri Jiran.
Ketika itu Anwar Ibrahim menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat mengintimidasi dan menghentikan negaranya untuk mengutuk "agresi" Israel dan mendukung Palestina.
Anwar Ibrahim bercerita bahwa ia telah menerima kritik dari "beberapa kalangan di Eropa, AS" bersama dengan Israel.
"Saya katakan selama saya diberi mandat oleh rakyat, saya menolak ancaman. Kami akan tetap berjuang," katanya pada unjuk rasa saat aksi Solidaritas dengan Palestina di Stadion Axiata Arena.
Ia ingin siapa pun bahkan untuk tidak "bermimpi mengancam" negaranya karena rakyat Malaysia tahu apa itu kebebasan, dikutip dari Anadolu Agency.
"Rakyat Malaysia telah berada di sana (untuk Palestina) hingga hari ini. Dan kami akan terus melakukannya tanpa rasa takut," kata Anwar Ibrahim.
Ia kembali menegaskan bahwa Malaysia mengutuk keras apa pun bentuk "agresi."
"Kita berbicara tentang kemanusiaan, keadilan, hak asasi manusia bagi umat Muslim, Hindu, Buddha, dan Kristen. Kita menghormati mereka sebagaimana mereka menghormati kita."
"Tingkat agresi telah mencapai tingkat kegilaan," katanya.
"Perempuan dan anak-anak dibantai, rumah sakit dan sekolah dibom. Di manakah keadilan, kemanusiaan, dan hak-hak demokrasi yang dibicarakan Barat?"
(bac)