Balas Kematian 2 Tentara, AS Bombardir Pelabuhan Iran
Amerika Serikat melancarkan serangan udara baru ke pelabuhan Sirik di Iran selatan sebagai balasan atas serangan Iran yang menewaskan dua personel militernya di Yordania, pada Sabtu (18/7).
Melansir AFP, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut ditujukan untuk melemahkan kemampuan Iran mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz sekaligus menghukum Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang dituding berada di balik serangan terhadap pasukan AS di Yordania.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CENTCOM menyebut serangan dimulai pada pukul 22.00 waktu setempat.
"Serangan ini dirancang untuk semakin melemahkan kemampuan Iran mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz dan dengan cepat menghukum pasukan Korps Garda Revolusi Islam yang melancarkan serangan terhadap personel militer Amerika di Yordania semalam," tulis CENTCOM dalam unggahan di platform X.
Sementara itu, kantor berita Iran Fars dan Tasnim secara bersamaan melaporkan bahwa militer AS menyerang Pelabuhan Sirik yang berada di pesisir Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Sebelumnya pada hari yang sama, CENTCOM mengumumkan dua personel militer AS tewas dalam serangan rudal dan pesawat nirawak Iran di Yordania. Satu personel lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Insiden tersebut menjadi korban jiwa pertama di pihak militer AS sejak Washington kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 7 Juli lalu.
Serangan terbaru ke Pelabuhan Sirik menandai eskalasi baru dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang terus memanas dalam beberapa pekan terakhir. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait serangan tersebut.
(anm/rds) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
