Profil Andy Burnham, 'Raja Utara' Pro-Palestina Jadi PM Inggris Baru

CNN Indonesia
Selasa, 21 Jul 2026 13:25 WIB
Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris baru, menggantikan Keir Starmer, Senin (20/7). (Foto: via REUTERS/© House of Commons)
Jakarta, CNN Indonesia --

Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris baru, menggantikan Keir Starmer, Senin (20/7).

Ia dan istrinya memasuki Istana Buckhingham pada Senin siang dan bertemu dengan Raja Charles. Dalam tradisi Inggris, pertemuan antara calon PM dengan raja menjadi tanda dia resmi menjadi perdana menteri.

"Yang Mulia Raja menerima audiensi Yang Terhormat Andrew Burnham dan memintanya untuk membentuk pemerintahan baru," demikian pernyataan resmi kerajaan.

"Yang Terhormat Andrew Burnham menerima tawaran Raja dan berjabat tangan saat diangkat sebagai Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Pertama," lanjut pernyataan tersebut.

Dalam pidato pertamanya, ia berjanji akan membentuk kembali arah politik Inggris melalui model ekonomi baru serta membangkitkan kembali negara yang, menurutnya, "sudah muak" dengan pergantian pemimpin terus-menerus.

Dia memang menjadi PM Inggris ke delapan dalam 10 tahun terakhir.

Berbeda dengan pendahulunya Keir Starmer, Burnham dicap memiliki pendekatan yang lebih keras lagi dalam hal dugaan genosida Israel di Jalur Gaza Palestina.

Dalam wawancara dengan The Guardian, Burnham mengatakan London mestinya bisa memberi lebih banyak tekanan pada Israel atas apa yang terjadi di Gaza.

Ia berujar banyak pihak merasa PM sebelumnya, Keir Starmer, "tidak mengambil langkah tepat" dalam menanggapi agresi militer Israel di Gaza.

"Saya minta maaf atas hal itu. Tanggapannya sering tidak memadai. Kita perlu berbuat lebih baik," kata Burnham, seperti dilansir AFP.

"Kita harus berbuat lebih banyak untuk menekan pemerintah Israel," lanjutnya.

Profil Andy Burnham

Andy Burnham merupakan mantan Wali Kota Manchester dari Partai Buruh dan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Inggris.

Tokoh veteran berusia 56 tahun tersebut dikenal sebagai perwakilan sayap "kiri moderat" Partai Buruh, yang mengubah citranya dari menteri pemerintahan menjadi sosok merakyat yang santai.

Burnham merupakan anggota parlemen pada tahun 2001-2007. Ia juga pernah menjabat sebagai menteri senior di bawah Perdana Menteri Tony Blair dan Gordon Brown.

Burnham dua kali mencalonkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh, yakni pada 2010 dan 2015. Namun, usahanya gagal dan ia memilih meninggalkan Westminster untuk memantapkan diri sebagai salah satu pemimpin wilayah paling dikenal di Inggris.

Burnham menang tiga pemilu berturut-turut di Manchester. Kemenangan dan dedikasinya terhadap wilayah tersebut telah membuatnya menerima julukan "Raja Utara".

"Andy Burnham lebih baik dalam berkomunikasi dengan publik... dia tidak terlihat dan terdengar seperti seorang yang terobsesi dengan politik," kata profesor ilmu politik London School of Economics, Tony Travers, kepada AFP.

Andrew Murray Burnham lahir pada 1970 di sebuah keluarga kelas pekerja di Aintree, dekat Liverpool, dan dibesarkan di desa Culcheth.

Ia pernah menjadi Putra Altar di sekolah karena dibesarkan dalam lingkungan politik.

Burnham memiliki isrtri kelahiran Belanda dan tiga anak. Ia penggemar setia klub bola Everton.

Burnham bergabung dengan Partai Buruh saat masih remaja sebelum belajar Sastra Inggris di Universitas Cambridge.

Pada 2009, sebagai menteri kebudayaan dan olahraga di bawah pemerintahan Brown, ia disambut gelombang kesedihan dan kemarahan dalam sebuah upacara di Liverpool yang menandai peringatan 20 tahun tragedi sepak bola Hillsborough.

Hal itu mendorongnya mendesak penyelidikan ulang atas kematian 97 orang dalam insiden penyerbuan stadion Sheffield.

Sebagai wali kota, Burnham terkenal karena saat pandemi Covid-19 ia berselisih secara terbuka dengan Perdana Menteri Boris Johnson mengenai pendanaan lockdown untuk wilayah utara Inggris.

Konfrontasi itu memperkuat reputasinya sebagai pembela otonomi regional yang vokal.

Selama menjadi wali kota, Burnham melanjutkan agenda yang dimulai pejabat setempat yang dijuluki "Manchesterisme", yang berpusat pada perencanaan jangka panjang dan mendorong investasi di samping memprioritaskan transportasi, perumahan, dan kesehatan.

Burnham menyebut ideologi politiknya sebagai "sosialisme yang ramah bisnis". Ia menekankan perlunya menanggapi "jebakan ketidaksetaraan tinggi dan pertumbuhan rendah" yang menurutnya telah mendominasi Inggris sejak 1980-an.

Pergeserannya ke arah kiri setelah bertahun-tahun menjabat sebagai menteri pemerintahan yang lebih berhaluan tengah telah membuat para kritikus mengklaim bahwa ia adalah bunglon politik.

Dalam beberapa minggu terakhir, ia pun mengubah beberapa pendiriannya sebelumnya, misalnya tentang imigrasi dan hubungan Brexit dengan Eropa pasca-Bexit.

Awal tahun ini, ia mengkritik beberapa kebijakan imigrasi Starmer yang lebih keras, namun kemudian mengisyaratkan bahwa ia berupaya lebih jauh untuk mengurangi migrasi legal dan memperluas kapasitas penahanan bagi orang-orang yang memasuki negara itu tanpa izin.

Sebelumnya, ia menyatakan dukungan agar Inggris bergabung dengan Uni Eropa, tetapi kemudian menjauhkan diri dari sikap tersebut.

(blq/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK