Menlu RI Sugiono Dorong Penyelesaian Segera Pedoman Kode Etik di LCS

CNN Indonesia
Selasa, 21 Jul 2026 16:40 WIB
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono mendorong penyelesaian segera pedoman kode etik (Code of Conduct/CoC) di Laut China Selatan.
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono mendorong penyelesaian segera pedoman kode etik (Code of Conduct/CoC) di Laut China Selatan. (CNN Indonesia/ Dinia Adrianjara)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono mendorong penyelesaian segera pedoman kode etik (Code of Conduct/CoC) di Laut China Selatan.

Pernyataan itu Sugiono sampaikan dalam plenary session di acara pertemuan antar Menlu ASEAN (ASEAN Foreign Ministers' Meeting/ AMM) di Filipina pada Selasa (21/7). Dia juga menyambut positif negosiasi CoC yang sedang berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia berkomitmen untuk menyelesaikan Code of Conduct yang efektif dan substantif tahun ini, yang berlandaskan kuat pada hukum internasional, khususnya UNCLOS 1982," kata Sugiono.

Dia lalu berujar, "Bukan hanya untuk memenuhi tenggat waktu, tetapi karena suatu wilayah yang diatur oleh aturan akan selalu lebih kuat daripada wilayah yang diatur oleh kekuasaan."

Sugiono mengatakan rakyat tak boleh lagi menunggu terlalu lama agar aturan tersebut diselesaikan. Mereka sudah menunggu selama 24 tahun soal code of conduct.

Laut China Selatan sudah lama menjadi sumber ketegangan di kawasan. China mengklaim sejumlah gugusan pulau dan karang seperti Kepulauan Spratly, Kepulauan Paracel, Kepulauan Pratas, serta Macclesfield Bank sebagai bagian dari yurisdiksinya.

Namun wilayah-wilayah tersebut juga diklaim beberapa negara Asia Tenggara, seperti Brunei, Malaysia, Vietnam, dan Filipina.

Upaya meredakan sengketa itu sebetulnya sudah dimulai sejak 2002 saat ASEAN dan China menandatangani Deklarasi Perilaku Para Pihak atau Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DoC).

Dokumen itu berisi komitmen bersama untuk menciptakan kondisi yang mendukung penyelesaian sengketa secara damai dan berkelanjutan. Namun hingga kini, kesepakatan yang lebih mengikat dalam bentuk CoC masih belum tercapai.

Dalam keketuaan ini, Filipina menyatakan penyelesaian CoC sebagai salah satu target mereka. Negara itu juga termasuk pihak yang paling sering terlibat insiden dengan coast guard China di kawasan tersebut.

(isa/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]