Iran Lagi-lagi Bom Pangkalan AS di Kuwait, Kena Depot Amunisi-Logistik
Militer Iran mengklaim telah kembali melancarkan gelombang baru serangan drone terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait, Rabu (22/7).
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan militer Iran menggunakan "sejumlah besar drone serang" untuk menghantam depot amunisi dan peralatan logistik milik Angkatan Darat AS di Camp Doha, Kuwait bagian barat.
Dalam laporan itu, militer Iran menyatakan pasukannya menyerang "depot amunisi" dan "peralatan logistik komando pasukan darat" di pangkalan tersebut sebagai respons atas "agresi berulang" Amerika Serikat.
"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, dengan persatuan yang suci, siap memberikan respons tegas terhadap setiap konspirasi dan aksi provokatif baru dari musuh," demikian bunyi pernyataan tersebut seperti dikutip Al Jazeera.
Pernyataan itu juga menggambarkan Camp Doha sebagai pusat dukungan utama bagi personel dan peralatan militer Amerika Serikat di kawasan.
Aksi saling serang AS dan Iran kembali berlangsung sejak sebelas hari terakhir, terlepas dari perjanjian gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) yang diteken kedua negara untuk mengakhiri perang pada pertengahan Juni lalu.
Presiden Donald Trump mengeklaim serangan AS berhasil melumpuhkan kekuatan Iran, namun di saat bersamaan mengajukan anggaran tambahan ke Kongres untuk memerangi negara itu.
Trump bahkan mengeklaim Iran telah memohon-mohon AS untuk kembali ke meja perundingan.
Namun, di sisi lain, Iran terlihat tidak gentar dengan gempuran AS. Teheran malah terus melancarkan berbagai serangan balasan ke sejumlah situs militer AS di Timur Tengah hingga menyeret negara-negara Arab.
Kuwait dan Bahrain menjadi salah dua negara yang getol terkena serangan balasan Iran lantaran masih menampung pangkalan militer AS.
Terbaru, Iran melancarkan serangan ke Yordania hingga menyasar pangkalan militer AS termasuk asrama personel sampai menewaskan tiga tentara.
(rds/bac)