Netanyahu Pede Pakta Nuklir AS-Saudi Jalan Normalisasi dengan Riyadh

tim | CNN Indonesia
Jumat, 24 Jul 2026 08:56 WIB
US President Donald Trump (R) and Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu shake hands as they arrive to speak to journalists during a joint press conference at Trumps Mar-a-Lago residence in Palm Beach, Florida, on December 29, 2025. US President D
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menggaungkan keinginan agar Arab Saudi bergabung dengan Abraham Accords. (Foto: AFP/JIM WATSON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menggaungkan keinginan agar Arab Saudi bergabung dengan Abraham Accords.

Dalam pernyataannya, ia mengatakan keikutsertaan Saudi dalam perjanjian besutan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut akan menjadi "lompatan bersejarah bagi perdamaian di Timur Tengah."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ucapan Netanyahu ini dilontarkan setelah AS pada Kamis (23/7) meneken kesepakatan bersejarah dengan Saudi. Kedua negara kini akan bekerja sama untuk membangun program nuklir sipil.

Melalui pernyataan di Truth Social, Trump mengatakan kesepakatan nuklir ini hanya berkaitan dengan penggunaan non-militer "seperti yang sudah dimiliki Iran, Uni Emirat Arab, dan negara-negara lain".

Ia menegaskan tidak akan ada pengayaan uranium dalam kerangka ini.

Meski begitu, kata Trump, prospek ini "sepenuhnya bergantung pada keikutsertaan Arab Saudi dalam Abraham Accords".

Saudi sejauh ini belum menanggapi komentar Trump secara terbuka.

Namun, sejak awal, Saudi menegaskan tidak akan mengakui dan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sampai Palestina merdeka.

Abraham Accords adalah perjanjian normalisasi hubungan antara Israel dengan negara Arab-Muslim yang diinisiasi Trump di masa jabatan pertamanya. Bahrain, UEA, Maroko, dan Sudan telah menandatangani perjanjian ini.

Sebelumnya, Israel dan Saudi sudah nyaris menormalisasi hubungan. Namun, batal setelah Israel meluncurkan agresi brutal ke Jalur Gaza, Palestina.

(blq/rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]