Trump Bakal Tuntut Iran Tanggung Jawab Tiap Serangan Houthi ke Saudi

CNN Indonesia
Jumat, 24 Jul 2026 10:35 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bakal meminta pertanggungjawaban Iran atas setiap serangan kelompok milisi Houthi Yaman di Timur Tengah. (Foto: REUTERS/Stoyan Nenov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bakal meminta pertanggungjawaban Iran atas setiap serangan kelompok milisi Houthi Yaman di Timur Tengah.

Dalam pernyataan di Truth Social pada Kamis (23/7), Trump menyampaikan kekecewaannya terhadap Houthi yang menembaki dua kapal Arab Saudi di Laut Merah.

Padahal, Houthi sebelumnya sudah cukup "bertanggung jawab" dengan tidak ikut-ikutan dalam konflik Iran.

"Setahun yang lalu, Amerika Serikat menyerang Houthi dengan sangat dahsyat karena campur tangan mereka dalam perdagangan, dengan menembaki kapal-kapal. Sejak saat itu, dan selama konflik kami dengan Iran, mereka bertindak sangat bertanggung jawab," tulis Trump.

"Sayangnya, sekarang mereka mulai lagi, menembaki dua kapal Arab Saudi tadi malam. Biarkan KEBENARAN ini menjadi bukti bahwa jika mereka melakukan ini lagi, AS akan meminta pertanggungjawaban Iran, karena Houthi adalah proksi dan/atau kaki tangan Iran," lanjutnya.

Trump menegaskan "hukuman militer besar" akan dijatuhkan kepada Iran serta Houthi sendiri jika serangan semacam itu terjadi lagi.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, pada Rabu (22/7) mengatakan pihaknya telah menyerang dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi di Laut Merah.

Serangan itu diluncurkan karena kedua kapal disebut melanggar blokade yang dijalankan Houthi.

"Kami menargetkan dua kapal tanker minyak Saudi bernama Encelia dan Layla karena pelanggaran mereka terhadap keputusan blokade yang dikeluarkan angkatan bersenjata," kata Saree.

Hubungan Houthi dan Saudi kembali panas setelah pemerintah Yaman yang didukung Saudi mengebom bandara Sanaa yang dikuasai Houthi pada 13 Juli lalu.

Houthi marah atas serangan itu dan menuduh Saudi dalang di baliknya. Pasalnya, pesawat Iran dimaksud membawa para pejabat Houthi yang menghadiri pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Pada 20 Juli, Houthi pun memberlakukan blokade maritim terhadap Saudi yang didasarkan pada prinsip 'mata ganti mata'.

Houthi menyebut Saudi telah memberlakukan "pengepungan yang tidak adil dan menindas" selama hampir 12 tahun dan "menjarah sumber daya kami serta memberlakukan blokade menyeluruh pada pelabuhan dan bandara kami di darat, laut, dan udara."

Riyadh telah membantah melakukan pengepungan terhadap rakyat Sanaa.

(blq/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK