Iran Wanti-wanti Warga Timteng Jauhi Tempat Persembunyian Pasukan AS
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan warga sipil di Timur Tengah untuk menjauhi pasukan Amerika Serikat.
"Kami memperingatkan masyarakat umum di negara-negara tempat tentara AS ditempatkan untuk segera menjauh dari radius 500 meter dari tempat-tempat persembunyian tentara Amerika, demi keselamatan," demikian pernyataan IRGC seperti dikutip AFP, Kamis (24/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Jumat (25/7) Iran meluncurkan serangan drone terhadap beberapa fasilitas dan pangkalan militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait sebagai balasan atas serangan AS.
Salah satu yang jadi target Iran adalah pusat data milik Amazon di Bahrain, meskipun baik Amazon maupun Bahrain belum berkomentar tentang klaim tersebut.
"Pagi ini, tangki bahan bakar, gudang peralatan besar dan silo, serta barak pasukan tentara teroris AS di Pangkalan Udara Isa di Bahrain menjadi sasaran drone kamikaze Arash," kata pernyataan IRGC.
Tidak ada konfirmasi AS mengenai penargetan fasilitas atau personelnya, sementara Bahrain mengatakan telah mencegat dan menghancurkan sejumlah agresi udara Iran.
Di Yordania, serangan drone Iran menargetkan hangar pesawat, hangar perawatan penerbangan, dan barak di Pangkalan Al Azraq.
Sementara dalam pernyataan terpisah, Iran telah meluncurkan drone ke gudang peralatan AS di Camp Udairi dan lokasi personel AS di Camp Hoda dan Camp Arifjan di Kuwait.
Iran juga mengeklaim serangan terhadap silo penyimpanan peralatan di Camp Udairi di Kuwait dan menara pengawas Armada Kelima AS di Bahrain.
Teheran berpendapat bahwa setiap fasilitas atau pangkalan di Timur Tengah yang digunakan militer AS untuk menyerang Iran dianggap sebagai target yang sah untuk pembalasan.
as a preferred source on Google

