Israel Kaget Iran Bangun Lagi Infrastruktur dengan Cepat saat Perang

CNN Indonesia
Sabtu, 25 Jul 2026 19:00 WIB
This handout satellite image provided by Maxar Technologies and taken on February 12, 2025 shows an overview of the Fordo (Fordow) uranium enrichment facility, south of the capital Tehran. Iranian authorities said on June 13, 2025 that nuclear sites
Iran bangun kembali situs nuklir meski berbulan-bulan digempur AS. Foto: AFP/-
Jakarta, CNN Indonesia --

Citra satelit menunjukkan Iran dengan cepat membangun kembali infrastrukturnya yang rusak akibat perang, mulai dari pangkalan rudal bawah tanah dan jembatan, hingga fasilitas produksi dan pelabuhan.

Laporan Wall Street Journal menyebut kecepatan rekonstruksi Iran ini telah menimbulkan kekhawatiran di antara pejabat pemerintahan Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir Middle East Monitor, citra satelit dari Iran barat pada Maret lalu menunjukkan pintu masuk terowongan dan jalan akses yang rusak ke pangkalan rudal, Namun beberapa minggu kemudian, jalan baru telah diaspal dan pintu masuk telah dibangun kembali.

Sementara itu citra satelit dari awal Juli menunjukkan rekonstruksi sebagian di galangan kapal yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Iran, di Pelabuhan Bandar Anzali di Laut Kaspia.

Gambar terpisah menunjukkan pembangunan kembali sebagian Industri Raja Shimi dekat Teheran, sebuah fasilitas yang diyakini memproduksi komponen rudal, termasuk beberapa struktur yang baru dibangun.

Mantan komando pertahanan udara dan rudal Israel, Ran Kochav, mengatakan pemulihan yang cepat di Iran mencerminkan kemampuannya untuk membangun kembali infrastruktur dn mengisi kembali persenjataan rudalnya.

"Mereka mengisi kembali persediaan mereka. Mereka memiliki kemampuan industrialisasi dan rekonstruksi yang sangat mengesankan," ujar Kochav.

"Ternyata rumor tentang berakhirnya atau berkurangnya rudal secara signifikan itu salah," kata analis senior di Missile Defense Advocacy Alliance, Tal Inbar.

Seorang pejabat militer Israel lainnya mengatakan Iran mempertahankan keahliannya untuk membangun kembali sebagian besar infrastruktur militernya, termasuk produksi rudal.

Mereka juga menyebut banyak serangan hanya meruntuhkan pintu masuk ke pangkalan rudal bawah tanah, tanpa menghancurkan fasilitas tersebut sehingga memungkinkan Iran untuk mengambil kembali senjata yang disimpan dan membuka kembali terowongan.

Peneliti di King's College London, Jim Lamson, mengatakan meski beberapa fasilitas pembuatan komponen untuk rudal mungkin butuh waktu berbulan-bulan untuk pulih, namun Iran mungkin punya persediaan bawah tanah yang akan digunakan untuk merakit ratusan rudal dan drone baru dalam jangka pendek.

(dna) Add as a preferred
source on Google