Jelang ke AS, Netanyahu Tak Takut Diancam Ditangkap Wali Kota New York

CNN Indonesia
Senin, 27 Jul 2026 05:30 WIB
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu participates in a joint press conference with US President Donald Trump (off frame) in the State Dining Room of the White House in Washington, DC on September 29, 2025. US President Donald Trump said on Monda
PM Israel, Benjamin Netanyahu tak takut diancamn ditangkap wali kota New York. (AFP/Andrew Caballero-Reynolds)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan niatnya untuk tetap menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS).

Netanyahu mengabaikan gertakan dan ancaman penangkapan yang sebelumnya telah dilontarkan oleh Wali Kota New York City, Zohran Mamdani.

"Saya tidak khawatir, dan saya tentu saja berniat untuk tetap datang," ujar Netanyahu kepada Fox News terkait rencananya menghadiri pertemuan PBB pada September mendatang, melansir Anadolu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netanyahu menambahkan bahwa ia hampir selalu hadir dalam forum diplomatik tingkat tinggi tersebut sepanjang masa jabatannya, kecuali jika ada kendala kondisi keamanan yang menghalanginya.

Pernyataan Netanyahu ini merespons tudingan keras Mamdani yang melabelinya sebagai seorang "penjahat perang" dan menegaskan bahwa sang PM Israel tidak disambut di kotanya.

Mamdani sebelumnya juga mendesak pemerintah AS untuk bergabung dengan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) guna mengeksekusi surat perintah penangkapan yang menyasar pemimpin Israel berusia 76 tahun tersebut

Kendati demikian, Presiden AS Donald Trump menepis ancaman tersebut dan menjamin bahwa Netanyahu "tidak akan ditangkap" selama melakukan kunjungan ke Amerika Serikat.

Sebelumnya, ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November 2024 untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza, Palestina.

ICC mengeluarkan surat penangkapan tersebut atas dakwaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi selama operasi militer Israel di Jalur Gaza.

Tuduhan utama meliputi tindakan menjadikan kelaparan sebagai metode peperangan, serta pembunuhan dan penganiayaan terhadap penduduk sipil.

(wiw) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]