Baru 2,5 Tahun Menjabat, Presiden Bangladesh Shahabuddin Resign
Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya pada Jumat (24/7). Dia mundur meski baru 2,5 tahun menjabat sebagai presiden.
Shahabuddin mengatakan alasan pengunduran dirinya adalah masalah kesehatan, di tengah meningkatnya desakan dari partai-partai oposisi agar dia mundur.
Shahabuddin ditunjuk sebagai presiden pada April 2023 lalu oleh Perdana Menteri yang digulingkan Sheikh Hasina. Dia seharusnya menjabat hingga 2028.
"Saya sakit parah. Oleh karena itu saya tidak dapat menjalankan tugas saya sebagai konstitusi," kata Shahabuddin, seperti diberitakan Anadolu Agency.
Ketua Parlemen Bangladesh, Hafiz Uddin Ahmed, mengatakan telah menerima pengunduran diri Shahabuddin. Ahmed akan mengambil alih tugas sebagai presiden sementara. Menurut konstitusi, presiden baru harus dipilih dalam 90 hari ke depan.
Pengunduran diri itu terjadi di tengah laporan media bahwa Shahabuddin berbicara melalui telepon dengan Sheikh Hasina yang kini tinggal di India, selama kunjungan Shahabuddin ke Inggris untuk perawatan medis pada Mei lalu.
Namun Shahabuddin membantah pemberitaan tersebut.
"Saya menderita berbagai komplikasi kesehatan. Tidak ada lagi yang perlu saya tambahkan saat ini," imbuhnya.
Sheikh Hasina selaku pemimpin Partai Liga Awami, digulingkan dari jabatan pada puncak pemberontakan yang dipimpin mahasiswa 2024 lalu. Dia melarikan diri ke India, namun mengatakan bakal kembali ke negaranya.
Sejak jatuhnya pemerintahan Hasina dalam pemberontakan massal pada Juli 2024, tuntutan pengunduran diri Shahabuddin semakin meningkat.