Apakah China dan Rusia Terbukti Bantu Iran Meski Diancam Trump?

CNN Indonesia
Senin, 27 Jul 2026 11:00 WIB
This picture taken from a position in the Upper Galilee region in northern Israel shows an Israeli Iron Dome missile streaking accross the sky to intercept incoming projectiles on May 31, 2026. Israel's military said on May 31 its forces were advanci
Trump telah mewanti-wanti Rusia dan China agar tak bantu Iran perang. Foto: AFP/JALAA MAREY
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump mengeluarkan peringatan atas China dan Rusia, agar tidak membantu Iran selama perang dengan Amerika Serikat. 

Trump mengatakan jika negara besar seperti China dan Rusia turun tangan, maka akan memperkuat Iran dan bisa berdampak fatal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika mereka (China dan Rusia) melakukan, itu akan berdampak buruk ke mereka. Yang jelas bukan demi kepentingan mereka," kata Trump pekan lalu.

Apakah China-Rusia membantu Iran?

Selama perang dengan AS dan Israel, Iran menggunakan rudal andalan termasuk rudal balistik.

Menurut berbagai laporan, China membantu Iran melalui citra satelit sehingga serangan mereka bisa presisi, demikian dikutip New Arab, Minggu (26/7).

Media asal Inggris, The Guardian, melaporkan serangan Iran baru-baru ini memang mencerminkan "transformasi nyata" kemampuan rudal balistik mereka.

Dalam berbagai serangan, citra satelit itu membantu Iran mengetahui pangkalan AS dan menyerang sesuai target. Terbaru, IRGC meluncurkan rudal ke pangkalan udara AS di Yordania dan menewaskan tiga tentara Amerika Serikat.

Berbagai laporan juga menyebut citra satelit China yang dipakai Iran, digunakan untuk mengidentifikasi instalasi militer AS dan infrastruktur penting di seluruh wilayah Teluk.

AS sampai-sampai menjatuhkan sanksi ke tiga perusahaan China yang dituduh menyediakan citra satelit untuk Iran.

Salah satunya adalah Mizar Vision. AS menganggap citra satelit perusahaan ini mampu mengungkap lokasi pesawat militer, sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD di pangkalan-pangkalan seperti Arab Saudi, Bahrain, hingga Yordania.

Namun, peneliti senior di Royal United Services Institute (RUSI), Sidhart Kaushal, punya pandangan berbeda. Menurut dia, pangkalan militer AS akan mudah terlihat dari citra satelit mana pun.

Dia lalu bertanya-tanya apakah China memberi bantuan berupa informasi intelijen secara langsung kepada Iran sehingga serangannya sangat presisi dan dampak serangan tidak signifikan.

"Saya belum pernah melihat serangan Iran yang menargetkan sasaran yang begitu dinamis sehingga saya melihat ini dan berpikir 'ini pasti bantuan dari luar negeri'," kata Kaushal.

Sejauh ini, tak ada pernyataan resmi dari China. Beijing memang memiliki hubungan yang dekat dan erat dengan Teheran.

Namun, mereka tak pernah terang-terangan atau mengakui telah mengirim bantuan militer ke Iran.

Di hadapan publik, pejabat China bahkan berulang kali menyerukan semua pihak menahan diri, utamakan dialog, dan pertimbangkan kawasan yang damai.

Apakah Rusia membantu?

Iran dan Rusia secara signifikan memperluas kerja sama pertahanan sejak 2022, setelah invasi Negeri Beruang Merah ke Ukraina.

Kedua negara ini juga memiliki hubungan yang dekat dan saling membantu. Teheran bahkan kerap memasok drone ke Rusia untuk dipakai melawan Ukraina.

Para analis mengatakan hubungan tersebut telah memungkinkan kedua negara untuk bertukar pengalaman operasional, khususnya dalam peperangan rudal dan drone.

Selain itu, Iran juga mengadopsi strategi yang mirip dengan yang digunakan Rusia di Ukraina. Salah satunya menggunakan drone untuk mengalihkan perhatian pertahanan udara sebelum meluncurkan serangan rudal balistik.

AS meyakini kedua negara itu memang membantu Iran. Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan kepada Kongres bahwa Rusia dan China sama-sama membantu Iran "sampai batas tertentu".

(isa/dna) Add as a preferred
source on Google