Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina buntut Demo Besar

CNN Indonesia
Rabu, 29 Jul 2026 18:35 WIB
FILE PHOTO: Ukraine's President Volodymyr Zelenskiy attends a joint press conference, amid Russia's attack on Ukraine, as he visits at the Khmelnytskyi Nuclear Power Plant near the town of Netishyn, in Khmelnytskyi region, Ukraine February 13, 2025.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mencopot panglima militer Oleksandr Syrsky pada Selasa (28/7) menyusul demo besar di negara itu. (Foto: REUTERS/Gleb Garanich)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mencopot panglima militer Oleksandr Syrsky pada Selasa (28/7) menyusul demo besar di negara itu.

Dalam pernyataan di Telegram, Zelensky mengatakan ia mengangkat komandan pasukan gabungan, Mykhailo Drapaty, sebagai pengganti Syrsky.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya telah memutuskan bahwa Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina yang baru adalah Mykhailo Drapaty," ujar Zelensky, seperti dikutip AFP.

"Saya berterima kasih kepada Oleksandr Syrsky dan kepada setiap prajurit kami atas posisi garis depan Ukraina yang kuat," lanjutnya.

Pencopotan Syrsky dilakukan setelah beberapa hari terakhir warga berunjuk rasa memprotes pemecatan Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov. Warga kecewa karena Fedorov menteri yang sedang mendorong reformasi militer.

Menurut Fedorov, pemberhentiannya tidak lain karena desakan Syrsky yang ingin menghambat upayanya memodernisasi militer. Syrsky telah membantah tuduhan tersebut.

Syrsky telah menjabat sebagai panglima militer Ukraina sejak 2024. Ia salah satu komandan paling berpengalaman di Kyiv.

Panglima 60 tahun tersebut pernah memimpin Ukraina pada awal invasi Rusia pada 2022.

Perselisihan di militer Ukraina ini mengungkap adanya perpecahan yang jarang terjadi di kalangan pemimpin militer dan politik, tepat saat Ukraina sedang dalam posisi terbaiknya dalam perang melawan Rusia.

Pasukan Ukraina telah memperlambat laju Rusia selama beberapa bulan terakhir. Ukraina baru-baru ini menyerang kilang minyak Rusia, yang menurut Kyiv menjadi bahan bakar bagi invasi Kremlin.

(blq/rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]