Kenapa AS Bombardir Target yang Sama di Iran dalam Serangan Terbaru?
Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke Iran pada Kamis (30/7) dini hari setelah memutuskan rehat selama lima hari.
Serangan AS terjadi setelah tanker Energos Winter meledak terkena serangan proyektil drone di Pelabuhan Damietta, Mesir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan pejabat Pentagon David Des Roches mengatakan serangan AS terbaru terhadap Iran menargetkan sasaran yang serupa dengan serangan-serangan sebelumnya bulan ini.
"Saya tadinya mengira akan ada intensitas atau perluasan target. Saya juga mengira dia [Trump] akan meningkatkan intensitasnya hingga mencakup target ganda. Sejauh ini, kita belum melihat indikasi apa pun, jadi sepertinya serangan ini tidak terlalu dahsyat," ujar Des Roches kepada Al Jazeera.
Ia kemudian mengungkapkan alasan AS kembali menyerang Iran lagi.
De Roches menilai Trump mungkin "berusaha menjaga agar semuanya proporsional atau menjaga agar tetap terbuka untuk diplomasi."
Ia menambahkan bahwa AS tidak memiliki strategi, hanya "rencana operasional yang masih mentah" berdasarkan kekuatan udara.
"Mereka memilih untuk mengejarnya hanya dengan kekuatan udara yang membutuhkan waktu lama, kecuali jika Anda berurusan dengan negara yang sangat kecil. Anda selalu mengakhiri (serangan) dengan memperluas target Anda, dan Anda selalu harus melakukannya lebih lama dari yang Anda kira," kata De Roches.
"Fokus militer Trump hanya pada menghentikan kemampuan Iran untuk mengancam negara-negara tetangganya. Jadi ada perbedaan dengan Israel, yang melihat Iran sebagai ancaman eksistensial," ia menambahkan.
Sebelumnya, militer AS kembali menggempur Iran pada Kamis (30/7) dini hari usai pangkalan mereka di Yordania dan kapal tanker gas dihantam drone.
Media lokal Iran yang dikutip Al Jazeera melaporkan tiga ledakan terdengar di Pulau Qeshm. Warga setempat mengatakan rudal menghantam daerah pemukiman di pulau itu.
Ledakan juga terdengar di provinsi Bushehr, satu-satunya tempat pembangkit listrik tenaga nuklir Iran.
Wakil menteri keamanan di provinsi Khuzestan juga mengatakan pasukan AS menargetkan "beberapa lokasi di Abadan."
(bac)[Gambas:Video CNN]


