Houthi Yaman Diduga Luncurkan Serangan ke Saudi dari Wilayah Irak
Milisi Houthi disebut meluncurkan serangan ke Arab Saudi pekan ini dari wilayah Irak, melalui koordinasi dengan kelompok bersenjata di Irak.
Analisis yang dilakukan Saudi dan mitra regionalnya menyebut Houthi berkoordinasi dengan kelompok bersenjata di Irak, bahkan beberapa serangan juga dilakukan secara bersama-sama.
Selain itu, mereka mengeklaim serangan tersebut berada di bawah pengawasan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Namun, sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Houthi, milisi di Irak, maupun IRGC soal tuduhan keterlibatan serangan dari Irak.
Kerja sama antara Houthi dan kelompok-kelompok bersenjata Irak sebetulnya sudah berlangsung lama, khususnya dengan faksi Irak yang paling bersenjata lengkap dan terorganisir, Kataib Hizbullah.
Pada 2024, pemimpin Houthi Abdul Malik al Houthi mengumumkan ruang operasi gabungan antara milisi itu dan faksi-faksi Irak. Di tahun yang sama, Houthi dan Kataib Hizbullah mengumumkan operasi gabungan pertama yang menargetkan Israel.
Houthi juga punya perwakilan tetap di Irak, Ahmed al-Sharafi, dan kantor resminya. Dia bahkan pernah mengadakan pertemuan dengan partai-partai Syiah Irak yang bersekutu dengan Iran dan faksi-faksi bersenjata di negara tersebut.
Serangan tersebut jika betul-betul dilakukan secara bersama menunjukkan kedalaman hubungan dan kemampuan Poros Perlawanan Iran untuk menimbulkan kerusakan terhadap sekutu AS di Timur Tengah.
Serangan-serangan itu juga menunjukkan peran Irak yang kian penting sebagai penghubung dalam Poros Perlawanan, setelah pemimpin Suriah Bashar al-Assad digulingkan dan Hizbullah di Lebanon melemah.
Irak menjadi sorotan usai digempur habis-habisan Saudi dan AS pada Rabu pekan ini.
Menurut laporan, mereka menggempur setidaknya tujuh provinsi. Imbas serangan itu, sebanyak 20 orang tewas. Irak mengecam operasi ini dan menyebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.
Saudi, dalam rilis resmi, menyatakan operasi gabungan tersebut merupakan tanggapan atas serangan yang diluncurkan dari Irak beberapa hari sebelumnya.
Riyadh, yang biasanya menahan diri dari aksi militer, menegaskan akan mengambil tindakan tegas jika serangan terus berlanjut.
Di luar itu, Saudi dan Houthi dalam beberapa waktu terakhir, saling gempur. Milisi itu bahkan memblokir secara maritim Saudi di Laut Merah dan mengumumkan bakal menutup Selat Bab Al Mandab.
Serangkaian konflik itu terjadi di tengah perang Amerika Serikat vs Iran yang kembali berkobar.
(isa/dna)