AS soal Kemungkinan Israel Tolak Deal dengan Hamas: Trump Pasti Kecewa
Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan merasa "sangat kecewa" jika Israel tidak mendukung rencana 20 poin Board of Peace (BoP) terkait rekonstruksi Jalur Gaza Palestina.
Peringatan itu disampaikan dalam pengarahan kepada wartawan sesaat setelah Trump mengumumkan bahwa Hamas telah menyetujui rencana pelucutan senjata yang diajukan oleh Board of Peace.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu diungkapkan Trump setelah menerima respons dari kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang tak puas dengan usulan BoP soal pelucutan senjata Hamas.
Menurut Netanyahu, usulan pelucutan senjata itu tidak memenuhi tuntutan Israel mengenai demiliterisasi penuh Gaza sebagai syarat penarikan pasukan dari Jalur Gaza.
Pernyataan tersebut tampaknya memicu ketidakpuasan di pemerintahan Trump. Seorang pejabat senior AS kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa Trump akan kecewa jika Israel tidak mendukung rencana ini.
"Kami tidak meminta Israel melakukan apa pun di luar rencana 20 poin yang sebelumnya telah mereka setujui. Kami sangat yakin mereka akan mematuhinya. Jika tidak, Presiden Trump akan sangat, sangat kecewa," ucap seorang pejabat itu seperti dikutip Times of Israel pada Jumat (31/7).
"Kami hanya meminta mereka (Israel) tetap berpegang pada kesepakatan awal yang berhasil memulangkan para sandera dan mengakhiri perang. Gaza telah menjadi duri terbesar bagi Israel selama bertahun-tahun," lanjut pejabat tersebut.
Pejabat AS itu menuturkan terlepas dari sikap yang kurang menyambut dari Israel, pihaknya yakin Tel Aviv bagaimana pun akan tetap "manut" pada keputusan Washington terutama BoP terkait isu di Gaza.
"Dengan berbagai persoalan lain yang sedang mereka (Israel) hadapi saat ini, kami rasa mereka tidak ingin persoalan ini kembali meningkat. Kami percaya Israel akan tetap menjadi mitra yang baik dan mematuhi kesepakatan tersebut," tambahnya.
Pejabat itu juga mengatakan bahwa sebelumnya Israel tidak yakin Board of Peace akan berhasil mencapai kesepakatan dengan Hamas.
"Israel tidak percaya kami bisa mencapai kesepakatan untuk membebaskan para sandera. Mereka juga tidak percaya kami bisa memulangkan jenazah para korban. Mereka sangat skeptis Hamas akan melucuti senjata... Namun Hamas akhirnya membuat kesepakatan... dan Hamas memenuhi komitmennya dengan menyerahkan jenazah serta membebaskan para sandera. Karena itu, kami juga berniat memastikan Israel memenuhi komitmennya agar kami benar-benar dapat menjadi mediator yang adil."
Pejabat AS tersebut juga mengkritik keberatan Israel terhadap keterlibatan Qatar dan Turki dalam Board of Peace.
"Banyak kritik, terutama dari Israel, ketika kami mengundang Turki dan Qatar bergabung dalam Dewan Eksekutif Gaza Board of Peace. Namun kedua negara, bersama Mesir, telah menjadi mitra yang sangat penting dalam menjaga gencatan senjata tetap berlangsung," katanya.
"Israel memiliki dinamika politiknya sendiri yang rumit, sementara aspirasi rakyat Palestina juga penting. Namun kami berusaha mengesampingkan semua itu dan terus mendorong proses ini maju."
(bac/rds)[Gambas:Video CNN]
