Netanyahu Sesumbar Ditolong Pasukan Khusus Israel jika Ditangkap

CNN Indonesia
Jumat, 31 Jul 2026 15:18 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sesumbar bakal ditolong pasukan khusus negaranya jika ia ditangkap di luar Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sesumbar bakal ditolong pasukan khusus negaranya jika ia ditangkap di luar Israel. (AFP/Andrew Caballero-Reynolds)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sesumbar bakal ditolong pasukan khusus negaranya jika ia ditangkap di luar Israel.

Kepada Fox News dalam wawancara khusus, Netanyahu mengatakan pasukan khusus Israel akan turun tangan menyelamatkannya jika ia ditangkap di negara-negara Eropa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya bertugas (sebagai PM) selama lima tahun, dan mari kita berikan mereka misi baru," kata Netanyahu mengacu pada dinas militer negaranya, menyiratkan bahwa unit tersebut dapat ditugaskan untuk menyelamatkannya jika ia ditahan di luar negeri.

Pernyataan Netanyahu mengemuka di tengah pemberitaan mengenai surat perintah penangkapan terhadapnya yang telah dirilis Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) yang kembali ramah.

ICC merilis surat penangkapan terhadap Netanyahu atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan Israel terhadap Palestina selama genosida yang sedang berlangsung di Gaza.

Wali Kota New York City Zohran Mamdani juga sebelumnya mendesak Presiden AS Donald Trump agar Netanyahu ditangkap dan diserahkan ke ICC saat kunjungan pemimpin Partai Likud itu ke AS. Namun, Trump tidak mengindahkan desakan Mamdani.

Terlebih, AS bukan negara anggota ICC yang ikut meratifikasi Statuta Roma, Middle East Monitor.

Berdasarkan Statuta Roma, negara-negara anggota umumnya diwajibkan untuk bekerja sama dengan pengadilan, termasuk dengan melaksanakan surat perintah penangkapan, meskipun penerapan kewajiban tersebut telah menjadi subjek perdebatan hukum dan politik.

Sejumlah pemerintah Eropa sebelumnya telah mengatakan bahwa mereka akan bertindak sesuai dengan kewajiban hukum internasional mereka jika Netanyahu memasuki wilayah mereka.

Netanyahu kemudian sesumbar bahwa pasukan khusus akan melakukan operasi penyelamatan apabila ia ditangkap di luar negeri.

Netanyahu tidak menjelaskan secara spesifik operasi penyelamatan tersebut akan dilakukan. Setiap operasi militer yang dilakukan oleh satu negara di wilayah negara lain tanpa persetujuan, akan menimbulkan masalah signifikan berdasarkan hukum internasional dan dapat memicu perselisihan diplomatik yang serius.

Pernyataan tersebut muncul ketika Netanyahu terus menghadapi pengawasan internasional atas genosida di Gaza dan di tengah perdebatan yang sedang berlangsung di beberapa negara tentang bagaimana menanggapi tindakan ICC.

Laporan media menunjukkan bahwa surat perintah penangkapan telah mempersulit perjalanan luar negeri Netanyahu, sehingga memerlukan pertimbangan cermat mengenai tujuan di mana surat perintah tersebut berpotensi diberlakukan.

(bac)


[Gambas:Video CNN]