Ribut dengan Komandan, 100 Tentara Israel Berontak Tinggalkan Markas

CNN Indonesia
Sabtu, 01 Agu 2026 06:30 WIB
Sekitar 100 tentara Israel memberontak dengan meninggalkan markas di perbatasan gara-gara ribut dengan komandan mereka pada Kamis (31/7).
Sekitar 100 tentara Israel memberontak dengan meninggalkan markas di perbatasan gara-gara ribut dengan komandan mereka pada Kamis (31/7). (AFP/JAAFAR ASHTIYEH)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekitar 100 tentara Israel memberontak dengan meninggalkan markas di perbatasan gara-gara ribut dengan komandan mereka pada Kamis (31/7).

Keributan bermula setelah komandan batalyon dekorasi tanda papan yang dibuat para prajurit di markas Sde Teiman, wilayah selatan Israel, demikian keterangan dari pasukan pertahanan Israel (IDF), dikutip dari the Times of Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IDF kemudian menyatakan aksi mogok massal oleh pasukan dari Batalyon Tzabar Brigade Givati itu sedang "diselidiki dan ditangani oleh para komandan."

"Ini adalah insiden yang tidak sesuai dengan nilai-nilai IDF dan dengan apa yang diharapkan dari para prajuritnya," demikian lanjut IDF, dilansir dari Times of Israel.

Sebagian besar prajurit yang sempat melancarkan aksi walkout itu pun kembali ke markas, kecuali sebagian kecil sekitar satu pleton atau 30 hingga 30 personel.

Sebelumnya, rekaman yang diunggah daring sempat viral, menunjukkan para tentara berbaris keluar dari pangkalan sambil meneriakkan kata-kata kasar terhadap para perwira.

Rekaman lain dari pangkalan menunjukkan tumpukan senjata yang berantakan yang ditinggalkan oleh para tentara, dan puing-puing papan tanda yang telah dilepas, termasuk satu dengan motif mengerikan yang bertuliskan "Kerajaan Setan."

Para tentara mengklaim papan tanda itu adalah "bagian dari tradisi kompi kami." Menurut pihak militer, papan tanda tersebut berisi materi yang dimaksudkan untuk merendahkan tentara baru.

Prajurit infanteri di IDF memiliki sejarah panjang melakukan perpeloncoan terhadap rekrutan baru dan melakukan desersi massal karena dugaan perlakuan buruk oleh komandan.

Komandan prajurit Givati sempat memberi mereka waktu hingga pukul 16.00 untuk kembali ke Sde Teiman atau menghadapi hukuman. Nama-nama prajurit yang gagal hadir akan diteruskan ke Polisi Militer untuk penanganan lebih lanjut, kata perwira itu dalam pesan kepada pasukan.

"Tepat pukul 16.00, akan ada pengecekan di kompi untuk melihat siapa yang masih tinggal/kembali," bunyi pesan tersebut.

"Siapa pun yang belum kembali pada pukul 16.00 akan segera diklasifikasikan sebagai AWOL (Absen Tanpa Izin)."

(bac)


[Gambas:Video CNN]