Serangan Rudal Balistik Rusia Tewaskan 9 Orang di Ibu Kota Ukraina

CNN Indonesia
Sabtu, 01 Agu 2026 13:30 WIB
Serangan Rusia ke Ibu Kota Ukraina, Kyiv, menewaskan sembilan orang dan melukai lebih dari dua puluh orang lainnya menurut pejabat setempat pada Sabtu (1/8).
Serangan Rusia ke Ibu Kota Ukraina, Kyiv, menewaskan sembilan orang dan melukai lebih dari dua puluh orang lainnya menurut pejabat setempat pada Sabtu (1/8). (REUTERS/Gleb Garanich)
Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan Rusia ke Ibu Kota Ukraina, Kyiv, menewaskan sembilan orang dan melukai lebih dari dua puluh orang lainnya menurut pejabat setempat pada Sabtu (1/8).

Serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, memperingatkan adanya ancaman serangan rudal balistik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah kota dan layanan darurat Ukraina mengatakan, serangan Rusia menghantam lima wilayah di Kyiv pada Sabtu. Sebanyak 27 orang dilaporkan terluka, termasuk empat anak-anak.

"Ledakan di kota. Kyiv sedang diserang rudal balistik. Tetap di tempat perlindungan," tulis Klitschko di Telegram sebelum serangan terjadi, seperti dilansir AFP.

Berdasarkan pantauan AFP di lokasi, terdengar lebih dari 10 ledakan beruntun yang memicu alarm mobil di jalan-jalan di Kyiv.

Di distrik Darnytsky, serangan merusak sejumlah bangunan dan kendaraan. Otoritas setempat menyebut tujuh orang tewas dan 14 lainnya terluka di wilayah tersebut.

Selain itu, dua orang dilaporkan tewas dan delapan lainnya luka-luka di distrik Solomiansky. Di kawasan itu, serangan juga merusak sebuah bangunan hunian lima lantai.

Layanan darurat Ukraina menyebut, operasi penyelamatan masih berlangsung dan jumlah korban masih bisa bertambah.

Foto-foto yang diunggah ke Telegram memperlihatkan petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke arah bangunan yang diduga menjadi target serangan. Gambar lain menunjukkan tim penyelamat menyisir puing-puing dengan bantuan lampu senter.

Pada Jumat pagi (31/7), layanan darurat mengatakan 105 orang telah berhasil dievakuasi dari area terdampak di Kyiv.

Serangan ke Kyiv terjadi di tengah eskalasi saling serang antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.

Rusia meningkatkan serangan jarak jauhnya terhadap kota-kota di Ukraina. Adapun Ukraina memperkuat serangan balasan ke wilayah Rusia untuk menekan Moskow bersedia berunding setelah hampir empat setengah tahun perang.

Pada saat yang sama, perusahaan ritel daring besar Rusia, Wildberries, mengatakan fasilitas logistiknya di Volgograd terbakar setelah serangan pada Jumat malam. Ini menjadi serangan terbaru yang menyasar fasilitas milik perusahaan tersebut.

Pada pekan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah serangan yang terus berlanjut.

Zelensky mengatakan, Trump menyetujui lisensi produksi rudal Patriot untuk Ukraina. Namun Trump kemudian menyatakan Washington harus "sangat hati-hati" dalam memberikan izin tersebut.

[Gambas:Video CNN]

(rti)


[Gambas:Video CNN]