Korsel Catat Suhu Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus 42,5 Derajat

CNN Indonesia
Minggu, 02 Agu 2026 15:50 WIB
A child plays in a fountain to cool off in the central Gwanghwamun area of Seoul on July 10, 2025, as a heat wave warning has been issued by the South Korean government. More than a thousand people have been affected by heat-related illnesses in Sout
Ilustrasi. Korea Selatan catat suhu tertinggi sepanjang sejarah. (AFP/JUNG YEON-JE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Selatan mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah pengamatan cuaca. Badan Meteorologi Korea (Korea Meteorological Administration/KMA) melaporkan suhu di Kota Yangsan mencapai 42,5 derajat Celsius pada Minggu (2/8), memecahkan rekor nasional yang telah berlangsung lebih dari satu abad.

Suhu ekstrem tersebut tercatat pada pukul 13.26 waktu setempat. Yangsan, yang berada di bagian tenggara Korea Selatan, menjadi wilayah yang paling terdampak gelombang panas. Kota itu bahkan mencatat suhu di atas 40 derajat Celsius selama lima hari berturut-turut hingga Minggu.

Gelombang panas juga melanda sebagian besar wilayah Korea Selatan. Sejumlah kota mengalami suhu di kisaran 30 derajat Celsius akhir hingga lebih dari 39 derajat Celsius, sehingga pemerintah mengeluarkan peringatan cuaca panas di banyak daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Minggu, lebih dari 20 wilayah berada dalam status peringatan darurat gelombang panas, kategori baru yang mulai diterapkan pemerintah Korea Selatan pada 2026 untuk menghadapi peningkatan suhu yang semakin ekstrem.

Status tersebut diterbitkan apabila suatu wilayah diperkirakan mengalami suhu yang dirasakan (heat index) mencapai 38 derajat Celsius atau suhu aktual sebesar 39 derajat Celsius selama sedikitnya satu hari.

Mengutip AFP, data KMA menunjukkan jumlah rata-rata hari dengan gelombang panas di Korea Selatan meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir dibandingkan dekade 1970-an. Jika pada 1970-an negara itu rata-rata hanya mengalami sekitar delapan hari gelombang panas setiap tahun, kini jumlahnya melonjak menjadi sekitar 19 hari per tahun.

KMA mendefinisikan hari gelombang panas sebagai hari ketika suhu maksimum mencapai sedikitnya 33 derajat Celsius. Sementara itu, malam tropis adalah kondisi ketika suhu terendah pada malam hari tetap berada di angka 25 derajat Celsius atau lebih.

Peningkatan suhu ini membuat masyarakat harus menghadapi cuaca panas tidak hanya pada siang hari, tetapi juga pada malam hari, sehingga risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas menjadi lebih tinggi.

Para ilmuwan telah lama memperingatkan bahwa fenomena cuaca ekstrem, termasuk gelombang panas, semakin sering terjadi dan intensitasnya terus meningkat akibat perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia.

Kenaikan suhu global membuat berbagai negara mengalami musim panas yang lebih panjang dan lebih panas dibandingkan sebelumnya. Kondisi tersebut berdampak pada kesehatan masyarakat, meningkatkan konsumsi energi, hingga memicu risiko kebakaran hutan dan gangguan terhadap sektor pertanian.

(tis/tis)


[Gambas:Video CNN]