Iran Batal Serang Ukraina usai Kyiv Minta Maaf

CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2026 15:49 WIB
Iranian presidential candidate and former chief of the Revolutionary Guards Mohsen Rezai speaks with journalists during a press conference in Tehran, 31 May 2005. Iranians choose a successor to reformist President Mohammed Khatami next month, with ei
Penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, ungkap batal serang Ukraina. (ATTA KENARE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran membatalkan serangan yang menargetkan tiga situs di Ukraina, setelah Kyiv menyampaikan permintaan maaf buntut serangan ke kapal dagang milik Teheran.

Penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan Iran sebetulnya sudah siap melancarkan serangan ke Ukraina, tetapi dibatalkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah siap untuk menyerang tiga situs di Ukraina, tetapi batal menyerang menyusul permintaan maaf Ukraina," kata Rezaei dalam laporan media pemerintah Iran, yang dikutip Kyiv Independent, Selasa (3/8).

Rezaei tak memberi bukti yang mendukung klaimnya atau target spesifik yang sudah direncanakan.

Dalam laporan Anadolu Agency, Rezaei justru lebih banyak membahas soal rute maritim di Selat Hormuz. Dia mengatakan setiap kapal musuh yang mencoba menggunakan rute ilegal akan menjadi sasaran IRGC.

Rezaei juga menyebut dalam 17 terakhir, Iran sudah membuat pasukan AS kewalahan dan berhasil menggagalkan serangan mereka.

Pernyataan itu muncul usai Iran menuduh Ukraina menyerang kapal dagang Iran di Laut Kaspia pada 25 Juli. Teheran mengancam Kyiv dan menyebut tindakan itu "agresi" serta tak bisa diterima.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian berbicara ke Menlu Ukraina Andrii Sybiha bahwa Kyiv harus memberi kompensasi atas kerusakan dari serangan itu.

Dalam laporan Kyiv Independent, setelah percakapan tersebut Araghchi disebut menggambarkan serangan itu tak sengaja dan tak ada niat meningkatkan ketegangan lebih lanjut.

Sybiha sementara itu menggambarkan pembicaraan dengan Araghchi berjalan secara terbuka. Dia juga menyebut tindakan Ukraina hanya untuk menghalangi Rusia.

"Saya menegaskan kembali semua tindakan Ukraina semata-mata bertujuan membela negara kita dari agresi Rusia dan tak pernah bermaksud menargetkan kapal atau warga sipil," kata Sybiha.

Timur Tengah kembali membara usai Amerika Serikat meluncurkan serangan besar-besaran ke Iran pada pertengahan Juli yang kemudian dibalas IRGC.

(isa/dna)