Tetangga RI Mau Pecat Hampir 6 Ribu PNS Imbas Curang saat Ujian Masuk

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 10:40 WIB
This aerial photo taken on July 18, 2025 shows the giant Buddha statue at the Wat Paknam Phasi Charoen Buddhist temple complex in Bangkok. (Photo by Watsamon TRI-YASAKDA / AFP) / To go with 'THAILAND-MONKS-RELIGION-CRIME,FOCUS' by Montira RUNGJIRAJIT
Thailand mengungkapkan sebanyak 5.925 pegawai negeri sipil (PNS) berpotensi kehilangan pekerjaan menyusul penemuan kecurangan dalam ujian masuk. (Foto: AFP/WATSAMON TRI-YASAKDA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand Worasit Liangprasit mengungkapkan sebanyak 5.925 pegawai negeri sipil (PNS) berpotensi kehilangan pekerjaan menyusul penemuan kecurangan dalam ujian masuk.

Worasit mengatakan administrasi lokal akan bertindak cepat untuk menyingkirkan para pelaku yang curang dalam ujian PNS dari jabatan mereka, demikian dikutip Bangkok Post, Selasa (3/8).

Wamen itu juga menjelaskan komite yang menyelidiki ujian dan manajemen pejabat administrasi lokal akan bertemu pada Rabu untuk membahas tindak lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Worasit menegaskan kecurangan dalam ujian masuk ini sebagai kasus korupsi terbesar di Thailand dan melibatkan sekitar 10.000 orang.

Pada Juni lalu, pihak berwenang Thailand melakukan penyelidikan ujian masuk Departemen Administrasi Lokal pada 2025. Departemen ini telah menugaskan Universitas Srinakharinwirote untuk menggelar tes rekrutmen.

Tes itu diikuti lebih dari 400.000 orang, sementara lowongan yang tersedia hanya 6.669.

Penyidik menyakini kecurangan dalam tes masuk itu melibatkan jaringan yang terkoordinasi dan sudah mengumpulkan lebih dari 4 miliar baht atau sekitar Rp2,16 triliun dari para pelamar yang mencari jaminan kerja.

Masih terkait kasus itu, Komisaris Biro Investigasi Pusat Letnan Jenderal Polisi Nathasak Chaowanasai mengatakan polisi sudah mengajukan dakwaan terhadap pelaku, lima diantaranya mengakui tindakan mereka. Salah satu pelaku dari Universitas Srinakharinwirote.

Nathasak lalu mengatakan delapan pelaku lain termasuk eks direktur jenderal Departemen Administrasi Lokal menunda menyerahkan diri ke kepolisian.

(isa/rds)


[Gambas:Video CNN]