Mojtaba & Presiden Iran Diisukan Renggang, Ini Jawaban Pezeshkian
Hubungan antara Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian diisukan tengah renggang.
Pezeshkian sendiri mengeklaim bahwa selama ini ia selalu berkomunikasi dengan Mojtaba terkait laporan perkembangan perang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Pezeshkian mengakui bahwa untuk menjalin komunikasi dengan Mojtaba menjadi "sangat sulit saat ini."
"Saat ini sangat sulit berkomunikasi dengannya, tetapi bagaimana pun juga kehadirannya menjadi sumber kekuatan yang sangat besar bagi kamu, sehingga kami bisa terus melanjutkan," kata dia pada Rabu (5/8), dikutip AFP.
Pezeshkian mengatakan saat bertemu, Motjaba masih bisa berpikir jernih bahkan digambarkan sebagai pertemuan produktif.
Saat berdiskusi, dia juga merasa disambut dengan kebaikan dan logika yang masuk akal dari Mojtaba.
"Sayangnya, situasi saat ini memungkinkan beberapa orang yang berniat jahat mendeskripsikan secara berbeda dan menampilkan citra yang berbeda tentang dirinya [Mojtaba]," imbuh dia.
Setelah dilantik, Mojtaba hanya menyampaikan pernyataan tertulis melalui media sosial atau dibacakan presenter media pemerintah Iran. Ketidakhadiran dia menimbulkan spekulasi relasi dengan pejabat Teheran lain.
Mojtaba bahkan tak hadir dalam pemakaman ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei yang digelar bulan ini. Presiden AS Donald Trump dan pejabat Israel menduga dia terluka parah di bagian kaki.
(isa/bac)[Gambas:Video CNN]

