Ben Gvir Tolak Mahkamah Israel Blokir Parit Buaya di Penjara Palestina
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, menolak perintah pengadilan untuk menangguhkan rencana menempatkan buaya di sekeliling penjara tahanan Palestina.
Bersama dengan Menteri Perlindungan Lingkungan Idit Silman, Ben Gvir mengunjungi parit-parit buaya yang mengelilingi sayap Ketziot, penjara yang menampung warga Palestina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kunjungan itu dilakukan meskipun Pengadilan Distrik Yerusalem telah mengeluarkan perintah pada 2 Agustus lalu untuk menghentikan sementara rencana memasukkan buaya ke sekeliling Ketziot. Perintah itu dirilis seiring dengan proses hukum yang berjalan atas petisi yang diajukan kelompok hak-hak hewan, Let the Animals Live.
"Seharusnya ada buaya di sini, tapi pengadilan mengeluarkan perintah dan terus menghalangi apa yang sedang kami lakukan," kata Ben Gvir, seperti dikutip Middle East Monitor.
Ben Gvir menyampaikan pihaknya bakal menghadapi pengadilan dan memperjuangkan hingga buaya-buaya itu bisa benar-benar ditempatkan di Ketziot.
"Akan ada buaya. Kami akan berjuang di pengadilan," ucapnya.
Sebelumnya, Let the Animals Live mengajukan gugatan terhadap Silman, Ben Gvir, dan Dinas Penjara Israel (IPS) buntut kekhawatiran soal wacana menempatkan buaya di Ketziot.
Organisasi itu khawatir buaya-buaya yang ditempatkan di Ketziot akan mendapat perlakuan buruk, serta akan menimbulkan bahaya bagi staf-staf penjara. Persoalan mereka bukan karena cemas akan kondisi tahanan Palestina.
Gugatan ini dilayangkan saat parit-parit di Ketziot dilaporkan sudah mulai digali.
Ketziot merupakan penjara terbesar Israel dan memiliki tingkat keamanan paling ketat. Penjara ini sudah lama digunakan untuk menahan warga dari Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Menurut lembaga penahanan Palestina, jumlah warga Palestina yang ditahan di penjara Israel meningkat 83 persen sejak pemerintahan Benjamin Netanyahu meluncurkan agresi ke Gaza pada Oktober 2023. Jumlah tersebut melebihi 9.600 tahanan dibandingkan angka sebelum agresi.
(blq/bac)[Gambas:Video CNN]

