JD Vance Akui Negosiasi dengan Israel Amat Sulit
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengakui pembicaraan dengan Iran amat sulit.
Meski demikian, Vance mengatakan negosiasi tersebut bakal menguntungkan AS meskipun berpotensi alot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan kepada Fox News, Vance mengatakan kesepakatan yang bermanfaat bagi rakyat AS akan tercapai walau memerlukan waktu dan menghadapi rintangan.
Ia mengakui bahwa para negosiator Iran merupakan "orang-orang yang luar biasa sulit" sehingga perundingan yang berlangsung sangat kompleks dan sulit diprediksi.
"Ini akan rumit dan butuh waktu untuk sampai ke sana," kata Vance, seperti dikutip Al Jazeera.
"Saya benar-benar berusaha melakukannya, tapi... terkadang itu membutuhkan satu langkah maju, dua langkah mundur, lalu tiga langkah maju, dan satu langkah mundur. Saya tentu memahami bahwa rakyat Amerika mungkin melihat ini dan berkata 'Yah, sepertinya kita membuat kemajuan'. lalu ternyata tidak. Kenyataannya adalah, pertama, orang Iran adalah orang-orang yang sangat sulit," ujarnya.
Vance menambahkan pemerintahan Iran memiliki sistem yang terpecah-pecah.
"Jadi ada orang-orang di dalam sistem mereka yang ingin perang berakhir. Tapi ada juga orang-orang di dalam sistem mereka, yang merupakan radikal gila, yang ingin perang berlanjut. Tugas kita adalah menavigasi hal itu dan mendapatkan hasil terbaik bagi rakyat Amerika dan presiden Amerika Serikat," ucap Vance.
Vance menuturkan AS akan menggunakan semua instrumen yang ada, mulai dari militer hingga diplomatik, untuk memastikan pembicaraan ini berakhir baik dan masalah selesai dengan tepat.
"Harga minyak, saya rasa, hari ini sekitar US$79. Harga minyak itu akan turun dan tetap rendah. Iran (juga) tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, dan Amerika Serikat akan berada dalam posisi yang lebih kuat," tuturnya.
"Saya dapat mengatakan dengan yakin bahwa ini akan mengarah ke arah yang baik untuk Amerika Serikat. Kami akan menggunakan semua alat yang kami miliki, baik militer, ekonomi, dan diplomatik, untuk memastikan kami membawa masalah ini ke penyelesaian yang tepat," tukas Vance.
(blq/bac)[Gambas:Video CNN]

