Kanker Sudah Menyebar, Anak Sebut Kondisi Joe Biden Lemah

CNN Indonesia
Minggu, 09 Agu 2026 08:10 WIB
US President Joe Biden speaks about the situation in Syria in the Roosevelt Room at the White House in Washington, DC, on December 8, 2024 following a crisis meeting to discuss the sudden overthrow by Islamist-led rebels of President Bashar al-Assad.
Anak mengatakan bahwa penyakit kanker Joe Biden telah menyebar meskipun telah menjalani pengobatan. (AFP/Chris Kleponis)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kanker yang diderita presiden AS ke-46, Joe Biden, disebut sudah menyebar. Biden mengakui mengidap kanker prostat pada Mei 2025, empat bulan setelah ia mengakhiri jabatannya.

Kabar tersebut disampaikan oleh putra Joe Biden, Hunter Biden, dalam sebuah wawancara dengan BBC yang diberitakan AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Mei 2025, Biden mengungkapkan bahwa ia didiagnosis menderita kanker prostat agresif. Ia kemudian menjalani pengobatan, termasuk radiasi dan terapi hormon.

Pada Juli 2026, saat mengumumkan rencana penerbitan memoar, Joe Biden menyebut kondisi penyakitnya berjalan "sangat baik".

Dalam wawancara dengan BBC Newsnight yang tayang pada Jumat (7/8) malam, Hunter Biden mengatakan bahwa penyakit ayahnya telah menyebar meskipun telah menjalani pengobatan.

"Kankernya telah menyebar, mengalami metastasis ke tulang-tulangnya dan bagian tubuh lainnya," kata Hunter Biden.

"Kondisi ini sangat menyakitkan dan sangat melemahkan dalam banyak hal, tapi ia tetap beraktivitas. Ia masih menjalani kegiatannya... ia sangat meyakini negara ini."

"Sungguh sangat berat dan menyedihkan melihat kondisinya," tambahnya tampak emosional.

AFP menyebut, terlepas dari pertanyaan yang terus muncul mengenai kesehatannya sebagai presiden AS tertua dalam sejarah, Biden yang saat itu berusia 81 tahun memutuskan mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan kedua pada 2024.

Setelah penampilan debat yang buruk saat melawan Donald Trump pada Juni 2024 dan adanya gelombang tekanan dari Partai Demokrat, Biden mundur dari pemilihan presiden.

Trump kemudian mengalahkan kandidat pengganti Biden, Kamala Harris yang kala itu menjabat sebagai wakil presiden.

(afp/end)


[Gambas:Video CNN]