Keluarga Netanyahu Tuntut Sumpah Setia Semua Staf Kantor PM, Ada Apa?

CNN Indonesia
Senin, 10 Agu 2026 09:35 WIB
Keluarga Benjamin Netanyahu menuntut seluruh staff perdana menteri Israel untuk menandatangani sumpah setia. (AFP PHOTO / Petras Malukas0
Jakarta, CNN Indonesia --

Keluarga Benjamin Netanyahu menuntut seluruh staff perdana menteri Israel untuk menandatangani sumpah setia.

Hal itu disampaikan mantan kepala staf Perdana Menteri Benjamin Netanyahu periode 2016-2019, Yoav Horowitz, saat diwawancara Channel 12 News, Jumat (7/8).

Horowitz saat ini kandidat dari partai oposisi Yashar, yang dipimpin oleh Gadi Eisenkot. Ia dianggap sebagai saingan utama Netanyahu.

Horowitz mengatakan bahwa keluarga Netanyahu ikut campur dalam keputusan keamanan negara, dan pada dasarnya tidak ada pemisahan antara Netanyahu dan istrinya, Sara.

"Sara Netanyahu dan Bibi Netanyahu adalah satu. Tidak mungkin memisahkan mereka," katanya kepada jaringan televisi tersebut. Ia menyebut putra Netanyahu, Yair, yang dikenal karena membuat pernyataan provokatif, sebagai "faktor lain" dalam lingkaran perdana menteri.

Pada suatu saat, ia menceritakan, seorang staf dari Kantor Perdana Menteri menyampaikan tuntutan agar semua karyawan menandatangani sumpah setia kepada keluarga Netanyahu.

"Tuntutan akan loyalitas pribadi selalu ada sepanjang waktu. Itu semacam obsesi," katanya.

Dia menambahkan, "Salah satu staf kantor datang kepada saya dan mengatakan ada tuntutan dari pihak keluarga (yaitu keluarga Netanyahu) agar semua staf kantor menandatangani surat pernyataan kesetiaan kepada keluarga Netanyahu."

Horowitz mengeklaim Netanyahu mendukung tuntutan tersebut, tetapi menolak untuk melaksanakannya.

Horowitz mengatakan, mengulangi klaim yang pernah ia buat sebelumnya, bahwa Netanyahu anti-demokrasi dan menjalankan pemerintahan otoriter.

"Ketika ada pemerintahan satu orang, dan orang-orang takut dan gentar, gagasan tentang aturan, hukum negara, tidak ada," katanya.

"Sejak 2019, sebenarnya tidak ada demokrasi di Israel. Ada Kantor Perdana Menteri yang sepenuhnya mengendalikan Knesset, yang telah merusak sistem peradilan, mengambil alih kepolisian, dan tidak ada mekanisme pengawasan dan keseimbangan," Horowitz menambahkan, dikutip dari Times of Israel.

(imf/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK