Alasan Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantu

CNN Indonesia
Selasa, 11 Agu 2026 05:30 WIB
Sultan of Brunei Hassanal Bolkiah arrives in Downing Street central London on February 4, 2020 for a meeting with Britain's Prime Minister Boris Johnson. (Photo by DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP)
Menantu perempuan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Raabidatul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah, menjadi sorotan usai gelar kerajaanya dicabut pada pekan lalu. (Foto: AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menantu perempuan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Raabidatul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah, menjadi sorotan usai gelar kerajaanya dicabut pada pekan lalu.

Menurut laporan RTB News, pencabutan gelar itu dilakukan karena perilaku Adawiyyah yang dinilai tak pantas bagi seorang istri anggota keluarga kerajaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adawiyyah merupakan istri Pangeran 'Abdul Malik Hassanal Bolkiah, anak ke enam dari Bolkiah.

Tindakan Adawiyyah dinilai telah mencoreng nama baik institusi kerajaan, dan menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap Sultan Bolkiah.

Kantor Kepala Protokol Kerajaan (Grand Chamberlain) mengumumkan pencabutan gelar Adawiyyah pada Sabtu (8/8). Mereka menyatakan keputusan pencabutan gelar merupakan titah kerajaan yang dikeluarkan Sultan.

Namun, mereka juga tak merinci perilaku yang dimaksud atau memberi keterangan lebih jauh soal insiden yang berkaitan dengan pencopotan gelar.

Adawiyyah menikah dengan Abdul Malik pada 2015 lalu. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai empat anak.

Perempuan tersebut lahir pada 1992 dan merupakan anak kedua dari 10 bersaudara. Adawiyyah juga disebut berasal dari keluarga dengan status bangsawan atau pengiran.

Sejak kecil dia mengenyam pendidikan di sekolah yang cukup bergengsi yakni di Al-Falaah School, kemudian lanjut di Rimba I Primary School, Menglait Secondary School, dan Rimba Secondary School.

Setelah lulus sekolah pada 2012, Adawiyyah sempat bekerja di perusahaan konsultan IT ternama di Brunei sebagai System Data Analyst. Setahun kemudian dia bekerja sebagai IT Instructor di HAD Technologies yang juga bergerak di bidang IT.

(isa/rds)


[Gambas:Video CNN]