Israel 'Tawan' 1.700 Jenazah Warga Palestina
Israel dilaporkan menahan 1.700 jenazah warga Palestina termasuk beberapa yang tak terlibat dalam serangan.
Dua sumber yang mengetahui masalah itu mengatakan jenazah tersebut digunakan sebagai alat tawar untuk negosiasi sandera di masa depan, meski Hamas melepas seluruh tawanan.
Selama agresi, Hamas menyandera warga Israel yang masih hidup dan sejumlah jenazah yang dibawa saat melakukan serangan dadakan pada 7 Oktober lalu.
Kemudian saat gencatan senjata, tawanan itu dilepas bertahap dan ditukar dengan pelepasan warga Palestina yang ditahan.
Media Israel, Haaretz, yang dikutip The Times of Israel pada Selasa (11/8) melaporkan sebagian besar jenazah yang ditahan pasukan Zionis merupakan warga Palestina yang diklaim melakukan serangan terhadap warga Israel.
Namun, mereka tak merinci berapa jumlah jenazah dari Tepi Barat dan berapa dari Jalur Gaza.
Kebijakan tersebut didukung kepala Shin Bet, David Zini dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Namun, langkah itu ditolak penasihat hukum Shin Bet karena tak punya dasar hukum.
Israel memang kerap menangkap warga Palestina bahkan sebelum mereka melancarkan agresi brutal pada Oktober 2023. Mereka kemudian ditahan di penjara Israel dan diperlakukan buruk.
Pasukan Israel juga kerap menembak warga Palestina dan sejak agresi mereka kian gencar membunuh warga di wilayah kantung tersebut.
Agresi Israel menyebabkan lebih dari 73.000 warga di Palestina tewas, ratusan ribu terluka, dan jutaan orang terpaksa menjadi pengungsi.
(isa/dna/bac)