Malaysia Kirim Penyidik ke RI, Gali Informasi Kasus Pilot Bawa Narkoba

CNN Indonesia
Rabu, 12 Agu 2026 07:07 WIB
Ilustrasi. Malaysia kirim tim penyidik usut kasus pilot bawa narkoba ke RI. Foto: iStock/Nalidsa Sukprasert
Jakarta, CNN Indonesia --

Empat petugas Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika (NCID) Malaysia tiba di Jakarta, untuk mengusut kasus pilot yang kedapatan menyelundupkan narkoba ke RI.

Direktur NCID Datuk Hussein Omar Khan mengatakan otoritas Indonesia memberikan akses kepada mereka untuk mewawancarai sang pilot.

"Empat petugas NCID telah tiba di Jakarta pagi ini. Kami diberikan kesempatan untuk bertemu dengan warga Malaysia tersebut pada 12 dan 13 Agustus, selama dua hari, untuk mewawancarainya dan mendapatkan detail lebih lanjut," kata Hussein, seperti dikutip New Straits Times.

Hussein berujar hasil wawancara ini akan digunakan untuk dibandingkan dengan informasi yang diperoleh dari penyelidikan di Malaysia.

"Kami akan membandingkan catatan dengan apa yang telah kami peroleh di sini terkait sindikat dan hal-hal lainnya. Kami juga akan menanyainya tentang informasi tersebut agar kami bisa memperoleh detail dan informasi yang lebih akurat," ucapnya.

Tim NCID, kata Hussein, juga akan menemui tiga warga Negeri Jiran asal Kota Kinabalu yang juga ditangkap di Jakarta dalam kasus narkoba terpisah. Ia berujar jumlah barang haram yang terlibat dalam kasus itu sedikit, dan diyakini untuk penggunaan pribadi.

Tim NCID nantinya akan menilai progress wawancara di Jakarta sebelum memutuskan apakah akan melanjutkan penyelidikan terhadap warga Malaysia lainnya yang ditahan di Surabaya.

"Kami akan melihat perkembangannya di Jakarta dan memutuskan kemudian," ucap Hussein.

Pilot Malaysia berusia 39 tahun ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 28 Juli karena diduga menyelundupkan narkoba. Selain membawa narkoba, sang pilot juga positif mengonsumsi barang haram tersebut.

Dalam penyelidikan awal, sang pilot mengaku diperintahkan oleh seseorang untuk membawa paket-paket narkoba ke Jakarta dengan imbalan RM50.000.

Pilot yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut mengatakan kepada penyelidik bahwa setibanya di RI, ia akan diarahkan oleh seseorang yang diyakini berada di Malaysia bahwa orang lain akan mengambil barang-barang tersebut di sebuah hotel atau penginapan.

Kepada penyelidik, tersangka mengaku sudah tiga kali menjadi kurir narkoba.

(blq/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK