Helikopter Tempur Apache AS Jatuh hingga Terbakar, 2 Pilot Tewas
Sebuah helikopter serang milik militer Amerika Serikat jatuh hingga terbakar di sebuah ladang di Texas pada Rabu (12/8), menewaskan dua pilot di dalamnya.
Dilansir CNN, helikopter Apache dari pangkalan militer Fort Hood itu jatuh di Salado, Texas, sekitar pukul 13.35 waktu setempat. Juru bicara Kantor Sheriff Bell Country, Cliff Coleman, mengatakan dua pilot dipastikan tewas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim tanggap darurat langsung dikerahkan untuk menangani kebakaran lahan tak terkendali imbas insiden itu. Menurut Texas A&M Forest Service Incident Viewer, kebakaran imbas helikopter jatuh itu telah menghanguskan lahan seluas 40 hektare.
Rekaman video dari lokasi kejadian memperlihatkan puing-puing berserakan di ladang di atas tanah yang hangus, sementara petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan sisa-sisa api.
"Helikopter tersebut tidak menabrak bangunan maupun orang di darat. Helikopter itu jatuh di ladang dan terlihat jelas bahwa itu adalah kecelakaan yang sangat besar," ujar Coleman.
Menurut Angkatan Darat AS, AH-64 Apache yang berpangkalan di Fort Hood ini merupakan helikopter serang dengan dua kursi awak, pilot di bagian belakang pesawat serta kopilot dan penembak di bagian depan. Belum diketahui dari mana helikopter itu berasal atau ke mana tujuannya.
"Prioritas utama kami saat ini adalah mengamankan lokasi dan mendukung upaya tanggap awal. Doa kami menyertai para awak dan keluarga, sambil menunggu informasi lebih lanjut," kata penjabat komandan jenderal, Brigadir Jenderal Ethan Diven.
Helikopter dengan empat bilah baling-baling ini mampu membawa 16 rudal Hellfire, 76 roket udara, dan 1.200 butir amunisi untuk meriam 30mm. Helikopter Apache telah diupgrade dan dimodernisasi, sejak pertama kali diperkenalkan pada 1984.
"Helikopter ini memiliki mobilitas tinggi, daya hancur yang mematikan, serta mampu melumpuhkan target berupa kendaraan lapis baja, personel, dan materiil di medan tempur dengan jarak pandang terbatas hingga jangkauan 8 km," demikian pernyataan Angkatan Darat di situs web resminya.
"Berkat peningkatan pada aspek kesadaran situasional, performa penerbangan, AH-64E telah menjadi wahana tempur udara paling canggih di dunia," lanjut pernyataan itu.
(dna)
