Kemlu Klarifikasi Kabar WNI Tewas Imbas Serangan di Bab Al Mandab

CNN Indonesia
Kamis, 13 Agu 2026 16:50 WIB
Kemlu RI memberi penjelasan soal WNI yang sempat dilaporkan tewas oleh sejumlah media asing imbas serangan ke kapal MV Tihamah di Selat Bab Al Mandab.
Kemlu RI memberi penjelasan soal WNI yang sempat dilaporkan tewas oleh sejumlah media asing imbas serangan ke kapal MV Tihamah di Selat Bab Al Mandab. (REUTERS/NASA WORLDVIEW)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri Indonesia memberi penjelasan soal warga negara Indonesia (WNI) yang sempat dilaporkan tewas oleh sejumlah media asing imbas serangan ke kapal MV Tihamah di Selat Bab Al Mandab.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menyampaikan pernyataan itu saat konferensi pers di gedung Palapa, Kemlu, Jakarta, pada Kamis (13/9). Heni mengatakan status WNI tersebut masih dinyatakan hilang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk satu ABK [anak buah kapal] lainnya masih belum ditemukan dan upaya pencarian serta penyisiran di wilayah laut masih terus dilakukan secara intensif oleh pihak-pihak terkait," kata Heni.

Dia lalu berujar, "Hal ini dikonfirmasi melalui note verbale [catatan verbal] dari Kementerian Luar Negeri Yaman yang kita terima pagi ini."

Kemlu, lanjut Heni, akan terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan pelindungan para ABK termasuk mempersiapkan fasilitasi kepulangan ke tanah air setelah kondisi dan situasi memungkinkan.

Sebelumnya, sejumlah media asing melaporkan tiga awak kapal termasuk satu WNI tewas imbas serangan ke MV Tihamah di Selat Bab Al Mandab pada awal pekan ini.

Kapal tersebut membawa 11 ABK yang mencakup delapan warga Pakistan dan tiga WNI. Dari jumlah itu, dua warga Indonesia mengalami luka-luka.

"Dua ABK dipastikan selamat setelah salah satu dilakukan pengobatan semuanya dalam keadaan selamat dan stabil," ujar Heni dalam konferensi pers tersebut.

Selat Bab Al Mandab merupakan pintu masuk menuju Laut Merah dan terletak di sisi lain Semenanjung Arab, berseberangan dengan Selat Hormuz.

Insiden ini berlangsung saat situasi di Selat Hormuz memanas imbas perang Amerika Serikat vs Iran, sementara Houthi kerap saling serang dengan Arab Saudi.

(isa/bac)
placeholder