4 Negara Pertama Akui Kemerdekaan Indonesia
Momen hari kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus, bukan saja perjuangan dari dalam negeri.
Diplomasi luar negeri untuk meraih kepercayaan masyarakat dunia juga menjadi faktor penting. Karena untuk berdiri sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari negara-negara lain.
Dalam kurun waktu satu hingga dua tahun setelah proklamasi, Indonesia mendapat dukungan dari berbagai negara.
Namun yang unik, negara-negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia itu, mayoritas penduduknya pemeluk agama-agama besar dunia. Ini daftarnya.
Lihat Juga : |
1. Mesir
Mesir menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Dukungan ini bukan hanya simbolik, tetapi juga politis. Mesir secara de facto mengakui Indonesia pada 22 Maret 1946, setelah lobi para diplomat Indonesia di Kairo. Kemudian, Mesir memberikan pengakuan de jure pada 10 Juni 1947.
Tak hanya itu, Mesir juga aktif meyakinkan negara-negara anggota Liga Arab lainnya seperti Suriah, Irak, dan Arab Saudi untuk ikut mendukung kedaulatan Indonesia.
Hubungan ini kemudian ditandai dengan dibukanya Kedutaan Besar RI di Kairo, sebagai kedutaan pertama Indonesia di luar negeri.
Mesir adalah negara yang menjadikan Islam sebagai agama resmi negara, dan mayoritas penduduknya beragama Islam (sekitar 85-90%, sebagian besar Sunni).
2. India
India baru merdeka pada 1947, tetapi sejak awal sudah menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan Indonesia. Hubungan antara Mohammad Hatta dan Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru, menjadi fondasi penting dukungan ini.
Indonesia bahkan pernah mengirimkan 500 ribu ton beras ke India pada Agustus 1946, saat negara itu dilanda kelaparan.
Setelah merdeka, India aktif mendukung Indonesia di PBB, terutama saat agresi militer Belanda ke Yogyakarta pada 1948. India pun menjadi penggagas resolusi Asia-Afrika untuk mengecam tindakan Belanda.
India adalah negara dengan mayoritas penduduk memeluk Hindu, yang dianut oleh sekitar 79,8 persen (atau hampir 80 persen) dari total penduduk negara tersebut.
3. Australia
Australia memiliki peran penting dalam perjuangan Indonesia di forum internasional. Hubungan awal terbentuk melalui simpati serikat buruh Australia terhadap perjuangan RI.
Ketika Belanda melancarkan agresi militer pertama, Australia bersama India mengajukan resolusi di Dewan Keamanan PBB pada Juli 1947, yang mendesak agar Belanda menghentikan serangan ke Indonesia.
Meski Kristen adalah agama mayoritas, sekitar 43,9 persen dari total populasi berdasarkan data Sensus Resmi Biro Statistik Australia, namun, kelompok penduduk yang menyatakan tidak beragama (seperti sekuler, ateis, atau agnostik) juga sangat besar dan hampir setara, yakni sekitar 39 persen.
4. Vatikan
Vatikan adalah negara pertama di Eropa yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Pada 1947, Vatikan membuka misi diplomatik di Jakarta dengan status Apostolic Delegate, dikutip dari laman Kemlu.
Hubungan resmi Indonesia dan Vatikan terjalin pada 1950. Kedua negara berbagi nilai-nilai seperti penghormatan terhadap keberagaman, perdamaian, dan keadilan sosial. Hingga kini, hubungan bilateral antara Indonesia dan Vatikan terus terjalin dengan baik. Asia Tenggara & Kepulauan Pasifik.
Vatikan adalah pusat agama Katolik dunia dengan Paus sebagai pemimpin tertinggi. Maka tidak heran, persentase penduduk pemeluk agama tersebut mencapai 100 persen.
Dengan adanya negara-negara pertama yang akui kemerdekaan Indonesia, terutama dari Timur Tengah, India, Australia, dan Vatikan, ini membuktikan bahwa dukungan terhadap Indonesia datang dari berbagai penjuru dunia. Bahkan mewakili agama mayoritas dunia, Kristen, Islam dan Hindu.
(imf/bac)