Apa Itu Jaringan Bank Bayangan Bidikan AS buat Lemahkan Ekonomi Iran?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini tidak lagi menggunakan kekuatan militer untuk melemahkan Iran.
Sebagai gantinya, mereka menggunakan tekanan ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Washington "bersikap tenang" dalam pendekatannya terhadap Iran dan hanya "bernegosiasi sebagian" dengan Republik Islam tersebut, karena negara itu menderita kesulitan ekonomi yang parah.
Pernyataan tersebut, yang disampaikan dalam wawancara telepon singkat dengan Barak Ravid dari Channel 12 dan Axios.
"Kami akan melakukannya secara diam-diam," kata Trump. "Kami hanya melakukan negosiasi setengah-setengah dengan mereka. Kami hanya mengamati Iran dengan inflasi yang sangat tinggi dan kenyataan bahwa mereka tidak memiliki uang," ujarnya.
Shadow Banking
Demi menghindari tekanan embargo dari Amerika Serikat, Iran selama ini menggunakan jaringan perbankan bayangan (shadow banking).
Ini adalah sistem keuangan pararel tidak resmi yang digunakan Teheran untuk memindahkan miliaran dolar, menghindari sanksi internasional, dan mengakses pendapatan minyak melalui perusahaan cangkang, bursa kripto, serta penukaran uang lintas negara.
Shadow Banking kini sedang diburu oleh Departemen Keuangan AS untuk dilemahkan. Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Jumat (7/8) mengumumkan bahwa Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS mengambil tindakan terhadap beberapa jaringan yang tersebar di beberapa negara karena memungkinkan sistem perbankan bayangan Iran untuk memindahkan ratusan juta dolar.
"Iran sangat membutuhkan mata uang asing, dan yang lebih buruk lagi bagi rezim tersebut, mereka kehilangan sejumlah besar uang akibat korupsi dan salah urus dalam sistem perbankan bayangan," kata Bessent dalam rilisnya.
Dia mengatakan sistem perbankan bayangan Iran sedang runtuh akibat gejolak ekonomi, dan rezim tersebut kehabisan cara untuk memindahkan uang.
"Setiap fasilitator yang menjaga rezim tetap bertahan sedang menempatkan diri mereka sendiri dalam bahaya. Departemen Keuangan akan terus mengungkap jaringan-jaringan ini dan memutusnya dari sistem keuangan AS."
Tindakan hari ini diambil berdasarkan Perintah Eksekutif (EO) 13902, yang menargetkan individu yang beroperasi di sektor keuangan dan perminyakan Iran, dan memajukan Memorandum Kepresidenan Keamanan Nasional Presiden 2 (NSPM-2), untuk memberikan tekanan maksimal pada Iran.
Ini adalah tindakan kedelapan OFAC pada tahun 2026 yang menargetkan aparat perbankan bayangan Iran, termasuk menargetkan bank-bank Iran dan perusahaan-perusahaan fiktif mereka.
Bessent menyebut tindakan ini sebafai bagian dari Operasi Economic Fury dan upaya berkelanjutan Departemen Keuangan untuk mengganggu jalur keuangan vital rezim Iran yang mendukung upaya perangnya.
"Secara kolektif, perusahaan-perusahaan penukaran mata uang Iran memfasilitasi transaksi mata uang asing senilai miliaran dolar setiap tahunnya. Karena Iran terutama menyelesaikan penjualan minyaknya dalam yuan Tiongkok, perusahaan-perusahaan penukaran mata uang ini memainkan peran penting dalam mengkonversi pendapatan minyak menjadi mata uang yang lebih mudah digunakan oleh militer Iran dan mitra serta proksinya," demikian Departemen Keuangan AS menambahkan.
(imf/bac)

