Presiden Tertua di Dunia Paul Biya 'Hilang' Misterius Usai Lawat Eropa

CNN Indonesia
Selasa, 18 Agu 2026 10:40 WIB
Presiden Kamerun Paul Biya tak kunjung muncul di hadapan publik ketika kesehatannya makin menjadi sorotsan. (Foto: AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Kamerun Paul Biya, yang juga jadi presiden tertua di dunia, tak muncul di hadapan publik dan tak ada di negara asalnya usai kunjungan ke luar negeri pada 7 Juni.

Kabinet Kamerun menyebut lawatan itu "sebagai kunjungan pribadi singkat di Eropa." Namun, hingga sekarang mereka tak kunjung memberi informasi kapan Biya kembali.

Absennya Biya di negara itu memicu pertanyaan soal bagaimana pemerintah berjalan dan kondisi kesehatannya.

Partai Oposisi Uni Demokratik Kamerun menyatakan pejabat harus transparan termasuk soal informasi ke publik.

"[Pejabat] harus memberikan klarifikasi yang diperlukan ke bangsa mengenai keberlanjutan negara yang efektif," ujar mereka, dikutip Reuters.

Namun, Juru bicara pemerintahan Sadi menepis kekhawatiran tersebut.

"Presiden Paul Biya masih hidup dan akan segera kembali," kata dia, dikutip CNN, Minggu (16/8).

Jubir itu juga tak memberi waktu pasti kepulangan Biya ke Kamerun.

Sejak menjabat presiden, Biya memang berulang kali melakukan kunjungan luar negeri dengan waktu cukup lama. Namun, lawatan ini adalah kunjungan terpanjang yang pernah dilakukan.

Sebelumnya, Biya pernah tinggal di Swiss pada 2024 diduga untuk menjalani perawatan kesehatan selama 50 hari. Setelah ini, pemerintah melarang pembahasan kesehatan Boya.

Biya lahir pada 1933 dan jadi presiden Kamerun kedua sejak menjabat sejak 1982. Dia sudah menjabat di posisi itu selama 43 tahun dan menjadi presiden tertua di dunia.

Namun, selama memimpin dia menuai kritik tajam dari organisasi internasional karena menjalankan pemerintah secara otoriter dan membatasi ruang gerak oposisi.

(isa/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK