Presiden Korsel Lee Tak Panik usai Keputusan Trump, Sebut-sebut Korut

CNN Indonesia
Selasa, 18 Agu 2026 13:50 WIB
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung tidak khawatir dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memutuskan untuk mengurangi secara signifikan skala latihan militer bersama Korea Selatan.

Lee Jae Myung mengatakan latihan pertahanan sipil tahunan, yang dilaksanakan bersamaan dengan latihan militer gabungan AS-Korea Selatan, bersifat defensif dan tidak dimaksudkan untuk mengancam Korea Utara.

Pernyataan Trump tidak membuat Lee Jae Myung khawatir. Dalam rapat Dewan Keamanan Nasional, Selasa (18/8), Jae Myung menyerukan peningkatan kemampuan pertahanan mandiri Korea Selatan yang lebih kuat.

"Aliansi yang kuat memperkokoh fondasi keamanan, dan memperkuat kemampuan kita sendiri akan meningkatkan nilai serta urgensi kita sebagai sekutu," ujar Lee dikutip dari Reuters.

Lee Jae Myung juga menyatakan Seoul harus melanjutkan rencana pengalihan kendali operasional masa perang dari Amerika Serikat selama masa jabatannya tanpa hambatan, sesuai dengan rencana pemerintah yang sudah ada.

Selain itu, presiden 62 tahun tersebut berharap percepatan kemajuan program kapal selam bertenaga nuklir Korea Selatan, serta pengembangan perwira yang mampu menjalankan operasi terintegrasi untuk menghadapi konflik di masa depan.

Lee Jae Myung juga memastikan latihan pertahanan sipil yang digelar bersamaan dengan latihan militer besar-besaran AS-Korea Selatan bersifat defensif. Latihan itu bertujuan untuk melindungi nyawa serta keselamatan warga Korea Selatan.

Lee Jae Myung menyebut Korea Selatan tidak berniat menggunakan latihan tersebut untuk "menyerang Korea Utara" ataupun meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea. Latihan itu, dikatakan Lee Jae Myung, untuk melindungi kehidupan sehari-hari warga, bukan menargetkan pihak tertentu sebagai musuh.

Sebelumnya, Lee Jae Myung sudah membuka peluang melakukan pembicaraan dengan Korea Utara untuk secara resmi mengakhiri perang Korea.

"Mari kita kesampingkan niat untuk saling mengancam dan mulai lah diskusi untuk mengakhiri perang berkepanjangan ini sebagai pihak-pihak yang terlibat langsung. Melalui langkah ini, kita juga mungkin dapat membahas langkah-langkah efektif untuk menghentikan kemajuan kemampuan nuklir Korea Utara," ucap Lee Jae Myung pekan lalu.

Trump memutuskan untuk mengurangi skala latihan bersama Korea Selatan setelah pihak Seoul menolak permintaan AS untuk menaikkan bayaran 'perlindungan' yang diberikan AS. Trump mengaku AS sudah bertahun-tahun melindungi Korea Selatan, terutama dari ancaman Korea Utara.

(har/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK