Menteri Israel Makin Sembrono Mau Perluas Serangan Militer di Gaza

CNN Indonesia
Selasa, 18 Agu 2026 16:45 WIB
Israeli National Security Minister Itamar Ben-Gvir visits Al-Aqsa compound also known to Jews as the Temple Mount, in Jerusalem's Old City August 13, 2024, in this screengrab obtained from a handout video. Temple Mount Administration/Handout via REUT
Menteri Keamanan Israel Itamar Ben Gvir. Foto: via REUTERS/Temple Mount Administration
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, menyerukan perluasan serangan udara Israel ke seluruh Jalur Gaza. Dia menilai serangan tidak seharusnya hanya menyasar orang-orang yang dianggap memberikan ancaman langsung.

"Israel seharusnya tidak membatasi serangannya hanya pada mereka yang menimbulkan ancaman langsung, melainkan menyerukan serangan udara yang luas di seluruh Jalur Gaza," kata Ben Gvir, seperti dilaporkan Jerusalem Post.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia bahkan menyebut sebagian orang "tidak layak untuk hidup" dan "bukan manusia".

Ben Gvir kemudian menyinggung seorang perempuan yang pernah memberikan makanan kepada Braslavski saat ditawan di Gaza. Ben-Gvir menyebut perempuan tersebut sebagai "teroris" yang "pantas ditembak di kepala".

Braslavski merupakan tentara Israel yang ditangkap Hamas pada 7 Oktober 2023. Ia kemudian dibebaskan dalam pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel pada 13 Oktober 2025.

Selain menyerukan serangan lebih luas, Ben-Gvir kembali mendorong pembangunan permukiman Israel di Gaza. Ben-Gvir mengatakan "Saya menganggap seluruh Gaza sebagai milik kita."

Ia juga ingin permukiman Israel tidak hanya dibangun di bekas kawasan Gush Katif yang dievakuasi pada 2005, tetapi diperluas ke seluruh Gaza.

Ben-Gvir turut mendorong warga Palestina meninggalkan tanah leluhur mereka dengan menyerukan "emigrasi sebanyak mungkin".

Terkait warga Palestina yang ditahan di penjara Israel, Ben-Gvir mengatakan mereka "sangat menderita" dan mengaku "senang" dengan kondisi yang mereka hadapi.

Ben-Gvir juga menyerukan pelarangan kelompok hak asasi manusia Israel yang mendukung koeksistensi Palestina-Israel, termasuk Peace Now dan Standing Together. Ia menuduh kelompok-kelompok tersebut mendukung terorisme.

Menurut kelompok hak asasi manusia Palestina dan Israel, sekitar 9.500 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, saat ini ditahan di penjara Israel.

Sebelumnya, Ben-Gvir menyerukan agar Israel membunuh "30 hingga 40 warga Gaza" dalam serangan setiap malam serta membunuh orang-orang yang ia sebut sebagai teroris satu per satu, seperti dikutip Middle East Monitor.

(mae/dna)