Menantu Trump Gagal Bawa Hasil soal Gaza usai Temui Netanyahu-Hamas

CNN Indonesia
Kamis, 20 Agu 2026 10:21 WIB
Utusan Presiden As Donald Trump sekaligus menantunya, Jared Kushner, meninggalkan Israel tanpa membawa terobosan baru dalam mengakhiri perang di Gaza.
Utusan Presiden As Donald Trump sekaligus menantunya, Jared Kushner, meninggalkan Israel tanpa membawa terobosan baru dalam mengakhiri perang di Gaza. (AFP/TASOS KATOPODIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sekaligus menantunya, Jared Kushner, meninggalkan Israel tanpa membawa terobosan baru dalam upaya mengakhiri perang di Gaza.

Hal itu terjadi setelah Kushner melakukan pembicaraan dengan pemimpin Israel dan Hamas selama dua hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kushner bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem pada Senin, setelah sebelumnya bertemu dengan pemimpin politik Hamas, Khalil Al-Hayya, di Mesir. Pertemuan tersebut bertujuan menghidupkan kembali rencana perdamaian yang didukung Trump.

Namun, kedua pihak masih bertahan pada tuntutan masing-masing. Hamas menuntut Israel menghentikan serangan dan menarik pasukannya dari Gaza, sedangkan Netanyahu bersikeras bahwa Hamas harus dilucuti terlebih dahulu sebelum pasukan Israel ditarik.

Kushner menyebut pertemuannya dengan Netanyahu yang berlangsung hampir empat jam sebagai pertemuan yang "baik". Ia juga mengatakan perwakilan Hamas menyampaikan "semua hal yang tepat".

"Kita bisa melihat kemajuan, Anda tahu, dalam waktu sesingkat 30 hari, mudah-mudahan kita mulai menyingkirkan beberapa senjata dan mudah-mudahan, Anda tahu, menimbun beberapa terowongan juga dalam 60 hingga 90 hari ke depan," kata Kushner kepada kepala koresponden luar negeri Fox News, Trey Yingst, dalam sebuah wawancara.

Sebelumnya, Trump mengatakan Hamas telah menyetujui rencana 15 poin untuk mengakhiri perang dan secara bertahap menyerahkan senjatanya. Namun, Hamas menegaskan pelaksanaan rencana tersebut bergantung pada Israel yang lebih dulu menghentikan serangan dan menarik pasukannya dari Gaza.

Netanyahu tetap menolak penarikan pasukan sebelum Hamas benar-benar dilucuti.

Tidak ada terobosan di Yerusalem

Kushner mengatakan AS tidak akan membatasi hak Israel untuk membela diri apabila terdapat ancaman nyata.

"Setiap senjata, ringan dan berat, dan setiap terowongan," kata seorang pejabat dari Dewan Perdamaian Trump.

Namun, pejabat itu mengatakan Netanyahu telah diberitahu bahwa Hamas telah berkomitmen untuk melucuti senjata sepenuhnya dan "segera menghentikan semua aktivitas militer, termasuk persenjataan kembali dan penggalian terowongan."

Seorang pejabat Israel mengatakan Netanyahu menegaskan bahwa militer Israel akan tetap beroperasi di Gaza sesuai kebutuhan, termasuk menargetkan anggota Hamas yang dianggap terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023 yang memicu perang di Gaza.

Selain itu, Netanyahu dan Kushner sepakat bahwa rekonstruksi Gaza tidak akan dimulai sampai Hamas dilucuti senjatanya, kata pejabat Israel itu.

"Kami sangat berkomitmen pada rencana untuk membangun kembali Gaza, tetapi kami tidak akan mengizinkan Gaza dibangun kembali sampai demiliterisasi terjadi," kata Kushner.

Hamas menuntut agar Israel mematuhi gencatan senjata dan menarik pasukannya dari Gaza. Kedua pihak berselisih mengenai urutan pelaksanaan rencana Trump. Lebih dari 1.200 warga Palestina dan empat tentara Israel telah tewas di Gaza sejak Oktober lalu, menurut pejabat kesehatan Gaza dan militer Israel.

Netanyahu dan Kushner juga sepakat untuk membentuk kelompok kerja yang membahas perlucutan senjata dan kelompok kerja lain tentang sanitasi, air bersih, dan masalah kesehatan masyarakat lainnya, demikian pernyataan terpisah dari kantor perdana menteri dan pejabat Dewan Perdamaian.

Rekonstruksi

Rencana rekonstruksi sebelumnya memungkinkan pembangunan dilakukan di wilayah Gaza yang berada di bawah kendali Israel atau pemerintahan teknokrat Palestina yang baru. Dewan Perdamaian juga menyebut beberapa senjata pribadi masih dapat diizinkan berdasarkan hukum Palestina.

Netanyahu menghadapi pemilihan ulang yang sulit pada 27 Oktober. Para diplomat menilai kecil kemungkinan Netanyahu memberikan konsesi besar terkait Gaza sebelum pemungutan suara.

Terlebih, menurut jajak pendapat, sebagian besar warga Israel masih mendukung kelanjutan perang di Gaza.

Kushner dan utusan Dewan Perdamaian Trump untuk Gaza, Nickolay Mladenov, tiba di Israel setelah bertemu Al-Hayya di Mesir, Minggu. Pertemuan tersebut menjadi pertemuan kedua Kushner yang diketahui dengan perwakilan Hamas.

Sebelumnya, Kushner bersama utusan AS Steve Witkoff bertemu pejabat Hamas pada Oktober 2025. Pertemuan itu turut membantu tercapainya kesepakatan yang mengarah pada gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera yang masih ditahan Hamas.

(mge/bac)
placeholder