Trump Sesumbar Mau Ketemu Kim Jong Un Tahun Ini
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sesumbar akan bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tahun ini, yang kemungkinan berlangsung pada November.
Trump merespons pertanyaan awak media yang bertanya apakah ada rencana bertemu Kim di 2026.
Lihat Juga : |
"Iyaa, saya akan bertemu [Kim]," jawab Trump pada Rabu (19/8), dikutip AFP.
Presiden AS itu tak memberi rincian lebih lanjut waktu pasti kunjungan. Namun, dia diduga akan ke Korea Utara saat ke China untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada November.
Di kesempatan itu, Trump memastikan bakal mencegah Iran mendapat bom di tengah peperangan AS-Iran yang masih berkobar.
"Dia [Kim] punya 57 senjata nuklir yang sangat kuat. Seharusnya tak membiarkan terjadi, jika saya presiden tak akan membiarkan," kata Trump.
Politikus Republik itu lalu berujar, "Tapi, dia sudah punya. Saya akrab dengan dia. Saya tak bisa biarkan Iran punya senjata nuklir, dan saya tahu Kim Jong Un sangat baik, dan dia akan baik-baik saja."
Lihat Juga :KILAS INTERNASIONAL Malaysia-Singapura Kena Asap RI sampai Israel Ciduk Menteri Palestina |
Jika Trump betul-betul akan bertemu Kim akhir tahun nanti, ini akan jadi pertemuan perdana mereka di periode kedua Trump sebagai presiden.
Di periode pertama, Trump tercatat tiga kali bertemu Kim. Pada 2018 mereka bertemu di Singapura untuk membahas denuklirisasi dan sanksi Korut.
Saat itu, Trump berjanji akan mengurangi latihan militer AS dan Korsel. AS juga meminta Korut melucuti senjata termasuk program nuklir secara menyeluruh. Namun, Pyongyang ketika itu hanya membongkar situs utama roket Korut dan tak menyampaikan komitmen apapun.
Setahun kemudian, mereka kembali menggelar dialog di Hanoi, Vietnam untuk membujuk Korut menyerahkan program nuklir mereka.
Pertemuan itu tak memberi hasil signifikan. Trump dan Kim disebut-sebut akan kembali menggelar dialog tetapi tak ada informasi pasti.
Kemudian pada Juni 2019, kedua kepala negara itu bertemu secara singkat di Zona Demiliterisasi perbatasan Korut-Korsel. Saat itu, Trump mencetak sejarah jadi presiden AS pertama yang menginjakkan kaki di wilayah Korut.
Pengumuman rencana Trump ke Korut muncul dua hari setelah meminta pasukan AS mengurangi latihan militer dengan Korea Selatan. Dia bahkan menyebutkan latihan semacam itu tak pantas dan menimbulkan permusuhan, narasi yang kerap digemakan pemerintah Pyongyang.
Trump mengakui keputusan tersebut diambil karena hubungan baik dengan Kim Jong Un.
(rds/rds)