Australia Marah Israel Setop Selidik Serangan ke World Central Kitchen
Australia mengutuk keputusan Israel yang menutup penyelidikan kriminal atas kematian warganya sekaligus relawan Zomi Frankcom dan rekannya pekerja World Central Kitchen (WCK) di Jalur Gaza Palestina.
Frankcom tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza, Palestina, pada 2024 lalu. Menteri Luar Negeri Penny Wong mengatakan pemerintah sangat kesal dengan keputusan Tel Aviv.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Australia murka karena pemerintah Israel memutuskan tak melanjutkan proses hukum pidana terhadap mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan Zomi Frankcom dan rekannya di World Central Kitchen," kata Wong dalam rilis resmi pada Kamis (20/8).
Pemerintah, lanjut dia, baru mengetahui keputusan itu pada Selasa malam, bertepatan dengan Hari Kemanusiaan Sedunia. Bagi Wong, langkah ini "sangat menghina orang-orang terkasih Zomi," para pegiat kemanusiaan, hingga seluruh warga Negeri Kanguru.
Menurut Wong, Zomi merepresentasikan warga terbaik Australia. Keberanian dia harus dirayakan dan keluarganya harus mendapat keadilan.
"Keputusan ini jauh dari pertanggungjawaban yang kami harapkan," ujar Wong lagi.
Wong menjelaskan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memang mengakui serangan terhadap kendaraan Zomi merupakan kegagalan serius dalam prosedur militer Israel. Namun demikian, dia tak puas dengan keputusan sebatas itu.
Lebih lanjut, Wong mengatakan Australia akan terus menekan Israel untuk bertanggung jawab bahwa negara demokrasi harus memegang teguh standar yang lebih tinggi.
Menlu Australia ini juga akan memanggil duta besar Israel yang bertugas di negara tersebut Hillel Newman dan meminta dia menyampaikan pandangan Canberra ke Tel Aviv.
"Sementara Australia mempertimbangkan langkah selanjutnya," imbuh Wong.
Zomi dan enam rekannya tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza pada April 2024. Saat itu, mereka sedang bepergian menggunakan kendaraan bantuan dengan tanda sangat jelas.
(isa/rds)